FOKUS

Mendagri Perintahkan Penertiban Pengelolaan Parkir yang Dikuasai Ormas

Tandaseru – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan premanisme tak akan pernah bisa tumbuh subur di Indonesia. Mantan Kapolri itu menugaskan para kepala daerah melakukan penertiban pengelolaan perparkiran yang dikuasai ormas.

Tito mengatakan jangan sampai perilaku pengelolaan parkir yang dikelola ormas membuat masyarakat dirugikan, dan merusak iklim investasi.

“Mendagri mengimbau agar Gubernur, Bupati/Wali Kota untuk melakukan penertiban pengelolaan perparkiran di daerah. Jangan sampai merugikan masyarakat dan merusak iklim investasi,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar, Rabu (6/11).

Bahtiar menegaskan, investasi merupakan salah satu bagian visi-misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam hal mengundang investasi seluas-luasnya untuk membuka lapangan pekerjaan.

Langkah ini, kata dia, mestinya membuat pemerintah daerah perlu memangkas hambatan investasi untuk mendorong salah satu program Prioritas Nasional tersebut. Menurut Mendagri, tata kelola parkir yang buruk dapat merugikan masyarakat, terlebih jika dipungut oleh preman berkedok Ormas.

“Tata kelola parkir yang buruk jelas sangat merugikan masyarakat, apalagi jika dipungut oleh preman atau berkedok Ormas, kemungkinan besar terjadi pungli,” tutur Bahtiar menerangkan apa yang disampaikan Tito.

Untuk mengantisipasi dan mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan tindakan tegas untuk melindungi masyarakat dari aksi premanisme.

“Saber pungli parkir dan tim pemberantasan preman harus dilakukan untuk melindungi masyarakat serta menindak oknum aparat yang melindungi pengelolaan parkir liar. Sehingga perlu dukungan aparat penegak hukum dan aparat keamanan untuk penegakan Saber Pungli dan penindakan premanisme, baik perorangan atau kelompok masyarakat termasuk preman yang dibungkus Ormas,” kata Bahtiar.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait