FOKUS

Mengaku Tidak Perintahkan untuk Membunuh, John Kei: Nus Kei Berhutang Rp1 Milliar dan Janji Ganti Rp2 Milliar

JAKARTA (tandaseru) – John Kei mengaku tidak memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Nus Kei saat itu saat kasus penyerangan pada 21 Juni 2020 lalu.

“Tidak ada sama sekali (perintah membunuh Nus Kei). Saya bari bebas dari penjara, orang gilanpun nggak mingkin melakukan hal itu,” kata John Kei kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/10).

Saat itu, lanjut John Kei, dia hanya memeritahkan anak buahnya untuk menagih hutang kepada Nus Kei. John menyebut Nus Kei meminjam uang hingga Rp1 Miliar di Salemba, Jakarta Pusat pada 2013 silam.

“Jadi kenapa sampai saya percaya dia, saat uang 1 miliar dia datang ke Salemba dan dia pinjam 1 miliar. Dia akan mengganti 2 miliar dalam waktu 6 bulan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia meminta kepada Nus Kei untuk berkata jujur dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dia sekali lagi menegaskan dirinya hanya memerintahkan anak buahnya untuk menagih utang.

“Jadi ngomong yang jujur aja. kalau masalah ditangih dan urusan perusakan ya itu masalah kamu sama pelaku lah. Anda bilang ada masukan saya ya ada masalah apa dengan anda. saya gak punya masalah dengan anda,” ucapnya.

“Saya cuma menyuruh orang menagih Rp1 miliar yang kamu janji ganti Rp2 miliar. Kemarin saya dengar kesaksian kamu di Pengadilan tidak terima, saya nggak mau tau uang kemana tapi kamu pinjam ke saya,” sambungnya.

Diketahui, pada 21 Juni lalu, kelompok John Kei melakukan aksi penyerangan terhadap kelompok Nus Kei di dua lokasi. Pertama terjadi di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dan di rumah Nus Kei yang berada di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

Penyerangan itu dilatarbelakangi masalah pribadi antara John Kei dan Nus Kei terkait penjualan tanah di Ambon, Maluku.

Polisi telah menangkap dan menahan 39 orang tersangka, termasuk John Kei. Namun, dua tersangka di antaranya berdasarkan laporan polisi berbeda, yakni berkaitan dengan kepemilikan senjata api.

Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, Pasal 351 KUHP, dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com