FOKUS

Mengenal Memiles, Investasi Ilegal Beromzet Rp750 Miliar yang Seret Artis

JAKARTA (tandaseru) – Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) membongkar kasus investasi bodong yang beromzet ratusan miliar, Memiles yang menyeret publik figur.

Terbaru, Polda Jatim memanggil empat publik figur yang diduga berkaitan dengan aplikasi invetasi bodong ini, mulai dari promosi hingga pembelian saham.

“Kami sudah melakukan panggilan saksi beberapa nama papan atas, figur publik atau artis yakni inisial ED, MT, AN dan J pada minggu depan. Masing-masing berbeda tanggalnya,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Surabaya, Kamis (9/1) yang dilansir dari Antara.

Lebih lanjut, Truno mengatakan empat artis tersebut dipanggil dalam waktu yang tidak bersamaan. Eka Deli dijadwalkan Senin (13/1), Marcello Tahitoe dijadwalkan Selasa (14/1), Sedangkan Adjie Notonegoro dan Judika dijadwalkan Rabu (22/1).

“Panggilannya tidak bersamaan. Tapi penyidik akan menyampaikan proses ini,” ujarnya.

Meski demikian, dari keempat artis tersebut, hanya artis Judika yang baru memberikan konfirmasi kehadirannya kepada Polda Jatim.

Masih belum diketahui apa saja keterlibatan para publik figur ini dalam investasi bodong, Memiles. Proses pemeriksaan masih akan berlangsung menunggu kehadiran publik figur tersebut.

“Minimal proses keterlibatannya, yaitu adanya bagian dari member, kemudian ada juga ada kegiatan yang kemungkinan bisa dikembangkan oleh penyidik, seperti apakah ada keterkaitan dengan sistem operasional PT Kam and Kam dalam akun MeMiles ini,” ucap Truno.

Sebelumnya kasus investasi ilegal Memiles terbongkar Polda Jatim melalui PT Kam and Kam yang berdiri pada 8 bulan lalu tanpa mengantongi izin.

Perusahaan itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan melalui jaringan member dengan cara bergabung di aplikasi Memiles.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan, peminatnya sudah banyak, mencapai 264 ribu member selama delapan bulan dengan omzet Rp750 miliar.

Polda Jatim pun menangkap dua tersangka terkait kasus tersebut. Tersangka itu berinisial KTM (47) dan FS (52).

“Tersangka pernah terlibat kasus sama tahun 2015 di Polda Metro Jaya,” ujar Luki.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait