FOKUS

Mengenal Teknik Butterfly Hug dalam K-drama It’s Okay to Not be Okay

JAKARTA (tandaseru) – Saat ini tengah booming drama Korea “It’s Okay to Not be Okay” yang dibintangi Kim Soo-hun dan Seo Ye-ji yang tak hanya romantis, namun juga mengangkat isu mental, seperti menjaga kestabilan emosi.

Jika Anda ingat dalam episode dua, salah satu adegan penting saat itu Go Moon-young (Seo Ye Ji) merasa sangat marah dan ingin melukai orang lain.

Namun, rasa amarah itu ditenangkan oleh Kim Soo Hyun, dengan memperlihatkan adegan ketika Kim Soo Hyun memegang kedua tangan Seo Ye Ji dalam posisi silang.

Kemudian meletakkan tangan tersebut di pundak Moon-young. Rupanya dalam dunia psikologi, hal ini disebut dengan metode Butterfly Hug.

Melansir laman Says, Rabu (8/7), teknik ini awalnya diperkenalkan oleh emotional trainer asal Meksiko, Lucina Artigas dan Ignaceo Janero pada tahun 1998 yang bertujuan untuk menjaga kestabilan emosi disaat genting.

Karena dianggap berhasil, metode ini pun dikembangkan ahli terapi sebagai penghilang gangguan kecemasan terutama bagi mereka yang mengalami kejadian traumatis.

Dalam perkembangannya, Butterfly Hug dikenal sebagai metode stimulasi bilateral yang telah menjadi standar praktik untuk para dokter dan tim medis di lapangan saat bekerja dalam menangani penyintas korban bencana.

Metode Butterfly Hug. Foto: dok. YouTube/TYF Support Group

Mengenal Butterfly Hug

Berdasarkan laporan laman Wild Tree, teknik penjaga kestabilan emosi itu tak semata mudah dipraktekan, namun boleh dilakukan secara mandiri. Selama melakukan hal ini, Anda harus menutup mata atau fokus melihat pangkal hidung.

Mengutip pada jurnal berjudul “The EMDR Therapy Butterfly Hug Method for Self-Administer Bilateral Stimulation” karya Lucina Artigas dan Ignacio Nacho Jarero, metode ini bisa dilakukan dengan mengosongkan pikiran sambil menyilangkan tangan di depan dada.

Cara Lakukan Butterfly Hug:

  • Pertama, Anda harus menutup mata dan menyilangkan kedua tangan di depan dada.
  • Kemudian tepuk bagian pundak secara perlahan, layaknya gaya kepakan kupu-kupu. Gerakan ini dilakukan selaras dengan tarikan dan hembusan napas secara perlahan.
  • Biarkan tubuh dan pikiran Anda mengobservasi apapun yang menghampiri Anda, mulai dari pikiran, gambar, suara, aroma hingga sensasi fisik tanpa harus menghakimi perasaan yang datang.
  • Lakukan gerakan tersebut berulang-ulang kali sampai rasa gelisah hilang dan pikiran kembali tenang.
  • Setiap orang, dari anak-anak sampai dewasa, boleh mempraktekkan teknik ini saat mengalami tekanan dan luapan emosi berlebih.

Namun, bagi yang mengalami serangan panik dan gangguan mental secara berkala, tetap disarankan mencari bantuan profesional.

Dalam jurnal tersebut juga dikatakan bahwa Butterfly Hug ini banyak diajarkan kepada anak-anak, remaja dan orang dewasa untuk memproses kembali ingatan patogen mereka.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com