FOKUS

Menilai Empati Milenial Dalam Keterlibatan Penanganan Covid-19

JAKARTA (tandaseru) – Keterlibatan generasi milenial dalam percepatan penanganan Covid-19 ini bisa membantu pemerintah dalam menangani pandemi virus corona.

Pasalnya tak hanya Indonesia, saat ini seluruh dunia tengah diuji dalam kasus Covid-19. Keterlibatan mereka bisa memberikan dampak signifikan dalam upaya memerangi penyebaran Covid-19 secara bergotong royong.

“Saat ini seluruh rakyat Indonesia diuji empatinya, kepeduliannya di mana kita ditantang untuk mempunyai sifat, sikap, dan pemikiran terhadap orang lain, khususnya di pandemi Covid-19,” ujar Grace Batubara, Isteri Menteri Sosial RI.

Bahkan laporan buku Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2018, “A Global View of Giving Trends” yang dipublikasikan pada Oktober 2018, Indonesia menduduki posisi pertama sebagai negara yang  dermawan.

Dengan rincian, Indonesia mencapai skor 46 persen untuk membantu orang lain, berdonasi materi 78 persen, dan melakukan kegiatan sukarelawan 53 persen.

Dengan demikian, dalam talkshow Nasional is Me yang bertema “Membangkitkan Kepedulian di Generasi Now” diharapkan mampu bergotong royong dengan pemerintah dalam menangani Covid-19.

Peran milenial sangat penting di tengah pandemi, terutama dalam memberikan informasi dan edukasi kepada orang-orang sekitarnya, karena dianggap sudah melek digital.

“Saya bangga untuk milenial, empatinya sudah cukup tinggi di masa pandemi. Bahkan banyak anak milenial yang mengirimkan surat kepada saya untuk ikut dilibatkan dalam hal kepedulian sosial,” jelas Grace dalam talkshow Nasional is Me, Senin (20/7).

Lebih lanjut, Grace mengatakan kepedulian mereka untuk bergotong royong membantu masyarakat yang terdampak akibat pandemi ini juga cukup konkret.

“Saya seringkali melihat milenial dengan ide-ide  kreatifnya membentuk komunitas untuk membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Grace.

Empati milenial yang sudah ada ini dibuktikan dari banyaknya hal-hal baik dan positif yang disebarkan melalui media sosial mereka.

Selain itu, kita juga tegas mengimbau kepada pemerintah agar serius melibatkan generasi muda untuk tujuan penanganan sosial ekonomi paska pandemi.

Pasalnya, faktor kolaborasi antar komunitas anak muda juga merupakan faktor utama dalam menghadapi krisis dan kebangkitan ekonomi paska Covid-19.

Pemuda diharapkan untuk menjadi agent of change, yaitu pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ini ke arah yang lebih baik melalui efektifitas, perbaikan dan pengembangan.

“Jadilah kaum milenial yang memberikan nilai kesejukan yang mempunyai pemikiran positif dan terbuka demi kemajuan bangsa Indonesia,” tutup Grace.

Adapun talkshow Nasional is Me dipandu oleh Ketua Yayasan Bentang Merah Putih Yohana Elizabeth Hardjadinata dan Frans Nicholas sebagai presenter TV Nasional yang digelar secara live di Heartline 100.6 Fm Karawaci.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait