FOKUS

Penolakan Reklamasi Teluk Jakarta Harus Berdasarkan Kajian

JAKARTA (!) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta pihak yang menolak proyek reklamasi Teluk Jakarta memiliki argumentasi berdasarkan kajian.

Selain kitu, Luhut juga meminta pihak-pihak yang menolak proyek reklamasi Teluk Jakarta tidak emosional menyampaikan argumentasi penolakan dan tidak mempermasalahkan jika nantinya pulau reklamasi akan dijadikan fasilitas umum seperti pelabuhan atau lainnya.

Enggak ada masalah mau dijadikan apa pun asal semua berangkatnya dari studi. Jadi jangan emosional melihat itu. Kita lihat saja studinya,” ucapnya, menegaskan.

Mantan Menko Polhukam itu menuturkan pihaknya berpegang pada kajian yang telah disusun sejak era Presiden Soeharto, ketika proyek reklamasi akan tetap jalan. “Jadi jangan emosional bilang begini begitu begini. Tidak usah. Tenang saja. Kalau memang itu tidak bagus, urusannya apa, tidak usah dilaksanakan,” ujarnya.

Luhut juga meminta pihak-pihak yang menyampaikan penolakan tidak asal mengklaim bahwa proyek itu jadi ajang mengeruk keuntungan pribadi.

“Jangan ada yang mengklaim bilang dibayar ini, dibayar sana. Tidak betul itu. Ada yang ngomong sudah kasih triliunan sana sini ya itu kampungan,” katanya.

Luhut sebelumnya mengatakan pemerintah pusat belum menemukan alasan yang kuat untuk menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta.Terlebih, berdasarkan permukaan kajian, penurunan permukaan tanah Jakarta terus terjadi antara 8 hingga 23 cm tiap tahun.

Ia juga menegaskan reklamasi Teluk Jakarta bukanlah konsep dari pemerintahan Presiden Joko Widodo. Proyek ini digagas sejak masa kepemimpinan Presiden Soeharto.

Sementara itu, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno sendiri sejak awal masa kampanye pemilihan kepala daerah menyampaikan penolakannya terhadap proyek reklamasi. (antara/arh)

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait