FOKUS

Menko PMK Beri Penghargaan Pada Penggerak dan Fasilator Plasma Konvalesen

SURABAYA (tandaseru) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy  memberikan Penghargaan kepada penggerak dan fasilitator dalam penyediaan donor Plasma Konvalesen (PK).

Yang menerima penghargaan tersebut adalah Walikota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, DANREM 084/Bhaskara Jaya, PT. PLN (Persero), PT. PELINDO III (Persero), PT. Sinar Indah Jaya Kencana yang telah berperan serta dan mendukung memberikan bantuan peralatan serta fasilitas donor PK berupa Plasma Freezer, Haemoscale dan donor chair.
“Surabaya mempunyai kesan sendiri buat saya, ketika mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang luar biasa. Dalam satu bulan saya sudah lima kali berkunjung kesini. Dan Alhamdulillah bisa kita turunkan angka kasus tersebut dengan kegigihan dan cara yang benar. Keberhasilan tersebut salah faktornya adalah kekompakan dan semangat gotong royong,” ujar Muhadjir saat kunjungan ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya, bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini, Selasa (16/2).
“Jika ada keluarga terjangkit, jangan segan-segan untuk diisolasi. Keluarga yang lain juga harus diisolasi, minum obat, dan dipantau kesehatannya,” ujarnya.
Muhadjir mengingatkan untuk selalu melakukan 3T, melakukan donor plasma konvalesen bagi penyintas Covid-19, dan vaksinasi.
“Diharapkan ketiga hal tersebut dapat menekan kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya,” ucapnya.
Berdasarkan hasil tinjauan serta laporan dari PMI Surabaya, memang terjadi kelangkaan terkait ketersediaan kantong plasma di Kota Pahlawan. Karenanya, ia memastikan segera berkomunikasi dengan instansi terkait.
“Ada masalah kelangkaan kantong, saya berharap nanti segera berkomunikasi dengan Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk pengadaannya bisa lebih baik sehingga tidak terjadi keterlambatan,” ujarnya.
Dia juga mengakui bahwa ketersediaan alat donor plasma konvalesen juga masih kurang, bahkan belum merata. Menko PMK menyebut di awal sebagian besar pendistribusian alat masih menyasar ke kota-kota besar seperti Surabaya dan DKI Jakarta.
“Kalau masalah pendanaan sudah kita atur dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan BNPB, hanya memang peralatannya yang masih langka,” imbuhnya.
Wali Kota Surabaya, Whisnu menyatakan, dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, tentunya ke depan gerakan donor plasma konvalesen di Surabaya bakal semakin masif. Karenanya, ia berharap, distribusi kantong plasma ke Surabaya bisa segera dilakukan.
“Karena ketersediaan kantongnya ini masih terbatas. Kalau ada tindakan dari pemerintah pusat terkait bantuan kantong plasma terutama, apalagi ada bantuan alat maka ini akan semakin masif lagi kita lakukan gerakan donor plasma konvalesen, karena saat ini jumlah kantong plasma di Surabaya terbatas, sehingga dalam tiap hari jumlah pendonor harus dibatasi. Bahkan, berdasarkan laporan dari PMI yang diterimanya, pagi ini ada 37 antrean calon pendonor plasma konvalesen yang belum bisa dilayani,” jelas Wisnu.
Sementara itu, Wakil Ketua I PMI Kota Surabaya Tri Siswanto dalam laporannya mengungkapkan, sampai hari ini jumlah pendonor plasma konvalesen di Kota Pahlawan sebanyak 1.214 orang. Sedangkan jumlah distribusi yang sudah dilakukan sebanyak 5.021 kantong plasma konvalesen.
“Distribusi tak hanya untuk Kota Surabaya. Namun juga untuk kota lain, seperti Papua, Kalimantan, Sulawesi, Jakarta dan Jawa Tengah. Saat ini terdapat empat mesin plasma konvalesen dan satu mesin trombosit apheresis untuk proses pengambilan plasma di UDD PMI Surabaya. Namun, karena terkendala kurangnya kantong plasma, sehingga yang bisa beroperasi saat ini hanya dua mesin plasma konvalesen,” kata Tri.
“Karena terdapat kendala yaitu keterbatasan ketersediaan kantong kit dan terbatasnya ketersediaan reagen. Meski demikian, pihaknya menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya serta Danrem Bhaskara Jaya yang telah menggerakkan dan memfasilitasi para penyintas COVID-19 di lingkungannya masing-masing untuk mendonorkan plasmanya,” ungkap Tri.
Pada pandemi covid-19 ini penggunaan Plasma Konvalensen (PK) untuk kepentingan penyembuhan penderita covid-19 sangat bermakna. Maka dari itu pemerintah mencanangkan gerakan nasional donor PK yang telah diresmikan oleh Wakil Presiden pada 18 Januari 2021.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com