FOKUS

Merangkak Naik, Ini Catatan 3 Bulan Terakhir Pergerakan Harga Batu Bara

JAKARTA (tandaseru) – Dalam tiga bulan terakhir, pergerakan harga batu bara terus merangkak naik setelah hampir sepanjang tahun mengalami kelesuan dan kontraksi yang luar biasa akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan harga jual beli komoditas batu bara (spot) selama Desember 2020 pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) sebesar US$59,65 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyebutkan harga ini mengalami kenaikan sebesar 7,07% atau US$3,94 per ton dibandingkan HBA pada November sebesar US$55,71 per ton.

Tercatat pada Oktober, harga batu bara pada angka US$51 per ton dari bulan sebelumnya, September hanya menyentuh angka US$49,42 per ton. Secara menyeluruh, rata-rata harga batu bara pada tahun 2020 yaitu US$58,17 per ton.

Semenjak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global, pergerakan HBA memang mengalami fluktuasi. HBA sempat menguat sebesar 0,28 persen ke angka US$67,08 per ton pada Maret 2020 dibandingkan Februari 2020 yang dipatok US$66,89 per ton dan Januari pada angka US$65,93 per ton.

Kemudian, HBA terus mengalami pelemahan ke angka US$65,77 per ton pada April dan US$61,11 per ton pada Mei. Selanjutnya, pada Juni 2020, HBA turun ke angka US$52,98 per ton, Juli US$52,16 per ton, dan Agustus US$50,34 per ton. Sempat turun pada September menjadi US$49,42 per ton, HBA kembali menguat pada Oktober sebesar US$51 per ton.

Sebagai informasi, HBA sendiri diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal per kilogram GAR.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com