FOKUS

Merasa Ditipu, Pembeli Apartemen Antasari 45 Polisikan PT PDS

JAKARTA (tandaseru) – PT Prospek Duta Sukses (PDS) sebagai pengembang atau developer Apartemen Antasari 45 dilaporkan oleh konsumennya bernama Indah Riyanti dan Oktavia Cokrodiharjo atas tuduhan tindak pidana penipuan ke Polda Metro Jaya pada Senin (31/8).

Laporan Indah dan Oktavia itu telah diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP/5187/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 31 Agustus 2020.

Kuasa hukum pelapor, Irfan Surya Harahap dan Bahari Abbas Pulungan mengungkapkan kliennya sudah menyetorkan uang sebanyak Rp800 juta untuk pembelian unit di apartemen tersebut sejak 2014. Namun, hingga kini developer belum juga melakukan serahterima unit.

“Dari mulai dibeli sampai saat ini, tidak ada dibangun, sama sekali ga ada pembangunan,” ujar Irfan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/8).

Padahal, kata Irfan, developer sudah menjanjikan apartemen tersebut akan selesai dan diserahterimakan kepada pembeli pada 2017. Saat itu, janji itu dimundurkan hingga 2019, namun hingga kini apartemen belum juga dibangun.

“Sampai sekarang bentuknya itu masih batu-batu, masih basement,” kata Irfan.

Lebih lanjut, Irfan mengatakan pihaknya sempat berharap pembangunan akan benar-benar dilakukan, setelah mendengar pihak pengembang mendapat suntikan dana dari perusahaan asing sebesar USD 25 juta atau Rp 363 miliar pada Februari 2020, namun yang terjadi malah sebaliknya.

PT PDS dilaporkan atas PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) dengan jumlah piutang senilai Rp 2 miliar dari pelapor atas nama Eko Aji Saputra, yang merupakan salah seorang calon penghuni Apartemen Antasari 45. Hal ini semakin menimbulkan kekhawatiran para calon penghuni lainnya bahwa bahwa pengembang akan dinyatakan pailit alias bangkrut.

“Jadi ini sudah menzalimi konsumen, menzalimi pembeli,” kata Irfan.

Pihak pengembang dan calon penghuni Apartemen Antasari 45 sudah bertemu untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui mufakat. Namun Irfan mengatakan pihaknya tak menerima tawaran PT PDS yang kembali meminta waktu tiga tahun untuk menyelesaikan apartemen.

Ia mengatakan kliennya sudah kehilangan kepercayaan dan meminta kasus ini diusut secara hukum.

Mereka menuding pihak apartemen telah melakukan penipuan dan penggelapan sesuai dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 416 KUHP. Kasus tersebut saat ini ditangani Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Terkait laporan ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus masih mengecek terkait laporan tersebut.

“Masih kita cek,” ucap Yusri.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait