FOKUS

Mereka Berjuang Demi Kursi untuk Anda!

Pada sebuah sesi pelatihan tentang kepemimpinan, di hari pertama berdiri seorang instruktur yang bernama Bapak Satrio, berperawakan tinggi besar, badannya tegap, berkulit bersih dengan rambut hitam keriting.

Pak Satrio mengajarkan sesuatu yang begitu luar biasa sehingga tidak bisa saya lupakan sampai hari ini.

Pada pelatihan hari pertama, Pak Satrio mengeluarkan semua kursi dari dalam ruangan kelas. Dia meminta kepada seluruh peserta pelatihan yang telah datang untuk segera masuk ruangan.

Kami semua terkejut karena di dalam ternyata tidak tersedia kursi, meja dan apapun.

Para peserta pelatihan yang berjumlah sekitar 15 orang dengan beragam usia dari bermacam perusahaan ternama mulai mencari dan melihat ke sekeliling ruangan kelas sambil berkata, “Mohon maaf Bapak Satrio, di mana kursi untuk kami duduk selama pelatihan?”

Dan beliau berkata, “Kita semua, bahkan termasuk saya tidak bisa mendapatkan kursi sampai Anda memberi tahu saya apa alasan kamu untuk bisa mendapatkan kursi tersebut.”

Terlihat seorang peserta pria muda dengan penampilan sangat rapi dan penuh percaya diri berusaha menjawab, “Pak Satrio, saya bisa mendapatkan kursi karena saya memiliki dua buah gelar master.”

“Tidak.” Jawab Pak Satrio santai.

Tidak jauh dari pria muda tadi, seorang wanita berusia setengah baya tidak sabar berkata: “Oooh saya tahu!! Karena kesehatan saya, maka saya perlu kursi untuk duduk.”

Dan beliau kembali menjawab, “Tidak, bukan karena kesehatan Ibu.”

“Saya bisa mendapatkan kursi karena saya sudah berkeluarga dan memiliki cucu” Terdengar suara pria di belakang kelas. “Maaf tidak Bapak,” balas Pak Satrio singkat.

“Kita semua, bahkan termasuk saya tidak bisa mendapatkan kursi sampai Anda memberi tahu saya apa alasan kamu untuk bisa mendapatkan kursi tersebut.”

Semakin banyak peserta pelatihan yang berusaha memberikan jawaban terbaik mereka kepada Pak Satrio, namun sampai menjelang sore seluruh peserta terpaksa menjalani pelatihan kepemimpinan modern kali ini dalam posisi duduk di lantai karena tidak ada seorang pun yang berhasil mendapatkan kursi di ruang kelas yang begitu megah.

Pada pelatihan hari kedua, tepat pukul 08.00 pagi seluruh peserta berkumpul di depan ruangan kelas untuk mencari tahu tentang siapa sebenarnya Pak Satrio, seorang Instruktur yang sangat unik ini.

Saya dan beberapa peserta berusaha mengintip ke dalam ruangan kelas, ternyata kami kecewa karena di dalam ruangan tetap tidak ada satu kursi pun yang tersedia.

Seperti kejadian di hari pertama, seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sangat antusias bahkan kami lupa mengapa kami harus duduk di lantai tanpa kursi. Beberapa saat menjelang materi akhir pelatihan, mendadak Pak Satrio mengumpulkan seluruh peserta ke pinggir ruangan.

Saat kami semua sudah berkumpul sambil duduk di lantai mengelilingi sisi ruangan. Kemudian Pak Satrio berkata, “Selama dua hari pelatihan tidak ada seorang pun yang bisa menjawab dengan tepat mengapa Anda bisa mendapatkan kursi untuk duduk di ruangan kelas ini.”

Dia berkata, “Sekarang saya akan memberitahu Anda semua.”

Pak Satrio pergi ke pintu ruangan dan membukanya, dan ketika beliau membuka pintu terlihat 15 orang veteran TNI, mengenakan seragam kebanggaan mereka masing-masing, mereka berjalan dengan gagah ke dalam ruangan.

Masing-masing veteran TNI membawa sebuah kursi. Mereka menempatkan kursi itu dalam tiga barisan, setelah itu mereka berdiri berjajar di depan ruangan.

Dengan suara lantang Pak Satrio berkata, “Anda tidak harus mendapatkan kursi itu. Para veteran TNI ini yang melakukannya untuk Anda!”

“Mereka yang membawa kursi untuk Anda, tetapi terserah Anda untuk duduk secara terhormat, belajar tentang kepemimpinan, dan bagaimana menjadi warga negara Indonesia yang baik dengan cara saling menghargai karena para veteran TNI dan ribuan pejuang lain yang telah membayar harga untuk Anda bisa memiliki kursi itu, dan jangan pernah Anda melupakan jasa mereka.”

Selamat Hari Pahlawan! Semoga arwah para pahlawan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kemuliaan lahir dan batin… Al Fatihah

*) Penulis buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait