FOKUS

Meski Baru Potensi di Gorontalo, Polda: Radikalisme dan Terorisme Harus Diwaspadai

Tandaseru – Direktur Binmas Polda Gorontalo Kombes Pol Sumarno mengatakan radikalisme dan terorisme di Gorontalo harus diwaspadai meskipun itu baru potensi.

“Radikalisme, suatu paham yang menginginkan sebuah perubahan secara mendasar dengan menganggap paham merekalah yang paling benar, dan orang lain yang tidak sepaham dengan itu cenderung disalahkan,” ujar Kombes Sumarno dalam dialog interaktif di TVRI Gorontalo, Senin (18/11)

Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT ) telah mengelompokkan paham radikalisme menjadi 4 kelompok yakni intoleransi, antipancasila, antipemerintah dan anti-NKRI .

Dia mengatakan, dalam antisipasi menyebarnya paham radikalisme dan terorisme, Polda Gorontalo telah melakukan deteksi dini adanya potensi di Gorontalo termasuk para Bhabinkamtimas memberikan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat.

“Masyarakat.harus peduli lingkungan sekitarnya terhadap kegiatan/aktivitas masyarakat yang tidak biasa,” kata Sumarno.

Sementara itu pengamat kebijakan publik dari Universitas Ichsan Gorontalo DR. Bala Bakri mengatakan pengaktifan siskamling menjadi salah satu cara membangun aspek kewaspadaan terhadap radikalisme dan terorisme.

Dengan demikian, ada komunikasi antarmasyarakat sehingga akan terbangun relasi sosial, selain itu yang terpenting juga harus dilakukan pendekatan dari aspek pendidikan dan keluarga untuk meletakkan prinsip persaudaraan dan nilai-nilai luhur.

Karena radikalisme dan terorisme berakar dari multi aspek yakni apek ekonomi, jaringan internasional dan pemahaman budaya yang keliru. “Radikalisme patut kita waspadai karena ini merupakan pemahaman orang atau kelompok secara berlebihan padahal kebenaran itu tidak tunggal ada kebenaran lain yang juga diperhatikan harus ada penerimaan terhadap perbedaan,” ujar Bala Bakri

Menurut dia, agama adalah nasehat maka sejatinya pemeluknya untuk dinasehati tidak ada agama satupun yang mengajarkan kekerasan dan kekejian. “Terorisme intinya memanipulasi agama,” tutur Bala Bakri.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait