FOKUS

Meski Telah Dibubarkan, Polres Kendari Deteksi HTI Ganti Nama Organisasi menjadi Dua Nama Ini

Tandaseru – Organisasi masyarakat (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan oleh pemerintah lantaran dianggap menyebarkan ideologi khilafah untuk menggantikan ideologi Pancasila.

Meski telah dibubarkan, namun anggota eks HTI masih terus berkomunikasi bahkan mengganti nama organisasi mereka. Hal ini seperti yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Polisi telah mendeteksi jika HTI di Kendari telah berganti nama menjadi Aliansi Muslim Sulawesi Tenggara dan Aliansi Mahasiswa Muslim Sulawesi tenggara yang masih berjumlah ribuan anggota.

“Fakta yang kami dapatkan (anggota) kelompok-kelompok (HTI) itu sudah beralih pada organisasi lain. Anggota yang masih tergabung dengan HTI dulu telah bergabung Aliansi Muslim Sulawesi Tenggara dan Aliansi Mahasiswa Muslim Sulawesi tenggara, jadi ada 2,” kata Kanit Sosial dan Budaya Satintelkam Polres Kendari Ipda Maulana di Kendari, Sultra, Jumat (6/12).

Maulana menyebut sampai saat ini pihaknya masih kesulitan untuk melakukan pendekatan terhadap organisasi eks HTI tersebut. Dia menyebut anggota yang sudah terpapar paham radikalisme biasanya mempunyai prinsip seperti Syiah yakni Takiyah atau bisa berbohong demi kebaikan.

“Mereka masih eksis melakukan kegiatan-kegiatan. Untuk Aliansi Mahasiswa Muslim Sultra ini melakukan aktivitas melalui seminar dan diskusi sedangkan Aliansi Muslim Sultra cenderung melakukan aktivitas pengajian, ceramah, dakwak dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, kata Maulana, kesulitan lainnya adalah tidak adanya regulasi yang menegaskan yang bisa menjerat para pelaku penyebar paham radikal atau anti toleran tersebut.

“Saat ini yang menjadi hambatan belum ada regulasi khusus yang mampu menjerat para pelaku baik individu maupun secara organisasi yang menyebarkan paham-paham khilafah,” jelasnya.

Meski begitu, Maulana mengungkapkan pihaknya akan tetap terus melakukan kegiatan sosialisasi deradikalisme atau atau tindakan preventif kontraterorisme atau strategi untuk menetralisir paham-paham yang dianggap radikal dan membahayakan dengan cara pendekatan tanpa kekerasan.

“Saya berharap masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya kota Kendari untuk lebih protect diri sendiri dan keluarga terhadap masuknya kelompok-kelompok paham radikal khususnya eks HTI,” ucapnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait