FOKUS

Meski Jadi Tersangka, Polisi Tak Tahan Manajer Outlet Holywings Kemang

JAKARTA (tandaseru.id) – Polda Metro Jaya telah menetapkan manajer outlet kafe dan bar Holywings, Kemang, Jakarta Selatan berinisial JAS sebagai tersangka karena melanggar aturan PPKM Level 3.

Meski jadi tersangka, namun penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya tidak melakukan penahanan terhadap JAS.

“Tidak (ditahan),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Jumat (17/9).

Keputusan untuk tidak menahan JAS bukan tanpa alasan. Pasalnya, hukuman maksimal JAS di kasus tersebut hanya mencapai satu tahun penjara.

“Ancaman tertingginya satu tahun penjara,” ujar Yusri.

JAS diketahui dijerat dengan Pasal 216 dan juga Pasal 218 KUHP. Selain itu tersangka juga dijerat dengan Pasal UU RI Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Sebelum menetapkan JAS sebagai tersangka, polisi telah memeriksa 26 saksi. Sejumlah bukti CCTV di lokasi dan keterangan para ahli pun telah diperoleh kepolisian.

Yusri menyebut ada tiga faktor yang membuat JAS ditetapkan tersangka. Faktor pertama tersangka diketahui telah mendapatkan tiga kali teguran dari Satpol PP.

“Tersangka selaku manager cafe outlet Holywings Kemang tersebut telah diberikan sanksi Satpol PP pada saat itu sebanyak tiga kali dari Febuari, Maret, dan September 2021,” beber Yusri.

Faktor kedua di Holywings Kemang pun selaku manager outlet, tersangka tidak menyediakan fasilitas barcode PeduliLindungi. Padahal, fasilitas itu menjadi syarat bagi kafe untuk beroperasi selama PPKM di Jakarta.

“Manager tidak memiliki scan barcode QR PeduliLindungi yang memang kewajibannya disiapkan oleh masing-masing kafe, mall dan restoran yang ada. Jadi tiap ada kegiatan apapun harus ada barcode QR PeduliLindungi supaya dia masuk ke dalam itu orang-orang yang sudah tervaksin,” jelas Yusri.

Faktor ketiga dari pemeriksaan saksi diketahui tersangka JAS pun tidak menjalani aturan internal dari Holywings sendiri perihal penerapan prokes saat mulai operasional kembali. Atas dasar itu pelaku JAS ditetapkan tersangka.

“PT Holywings sudah dikeluarkan memberikan imbauan kepada seluruh outletnya melalui surat internal tertanggal 24 Agustus 2021 lalu. Nah ini yang kemudian dijadikan persangkaan, termausk persentase berapanya harus datang ke sana itu melebihi sehingga ditetapkan saudara JAS selaku manager ini sebagai tersangka,” pungkas Yusri.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com