FOKUS

Minta Maaf, Pelaku Persekusi Anggota Banser: Saya Emosi

Tandaseru – Pelaku persekusk terhadap dua anggota Banser NU Depok, Jawa Barat berinisial H telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya tersebut. Dia menyesal kejadian tersebut lantaran emosi semata.

“Saya menyesali atas perbuatan tersebut karena faktor keadaan emosi,” ucap H di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (12/12).

Dalam kesempatan itu pelaku juga menuturkan permohonan maaf kepada masyarakat khususnya anggota Banser yang ia persekusi dengan sebutan kata-kata kafir.

“Permintaan maaf saya terutama kepada masyarakat dan juga NU para ulama mohon maaf, dan saudara-saudara Banser dan GP Ansor,” kata dia.

Polres Metro Jakarta Selatan telah menangkap pelaku persekusi terhadap anggota Banser NU Depok, Jawa Barat pada Kamis (12/12) sekitar pukul 15.00 WIB berinisial H setelah melarikan diri ke Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, pelaku kesal lantara di jalan bersenggolan dengan para korban. Pelaku pun mengajar kedua korban hingga sampai di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Dalam penangkapan itu polisi turut pengamanakan sebuah ponsel seluler milik pelaku yang dijadikan untuk merekam aksi persekusi itu.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan dua anggota Banser NU diduga dipersekusi oleh seorang masyarakat. Dari informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada Selasa (10/12).

Dalam video tersebut seorang berbaju hitam dengan memakai topi terlihat tengah memberikan sumpah serapah kepada kedua anggota Banser NU. Dia menyebut Banser NU tidak sepantasnya ada di tanah Betawi.

Dalam hal ini, salah satu anggota Banser NU itu sempat meminta maaf dan hanya sedang menjalankan tugas untuk mengawal Gus Muwafiq. Namun, pemuda tersebut tetap memberikan hinaan hingga menyuruh dua anggota Banser NU tersebut untuk mengucapkan kalimat takbir.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait