FOKUS

Moeldoko: Banyak Oknum yang Jadi Panas karena UU Cipta Kerja

JAKARTA (Tandaseru) – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan kemudahan perizinan dan penyederhanaan birokrasi dalam iklim usaha yang dituangkan dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja telah membuat banyak kursi oknum tertentu menjadi panas.

Sehingga mereka pun mengeluarkan protes keras kepada pemerintah.

“Efisiensi dalam regulasi ini memangkas ekonomi biaya tinggi. Maka itulah banyak perizinan panjang yang dipotong sehingga menutup peluang korupsi. Akibatnya, UU Cipta Kerja ini membuat banyak yang kursinya panas karena kehilangan kesempatan,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya tentang refleksi satu tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Sabtu (17/10).

Moeldoko mengatakan di seluruh kawasan Asia Tenggara saat ini terjadi sebuah angin perubahan. Paling tidak, kehadiran UU Cipta Kerja ini harus disepakati diterapkan untuk membuat bangsa Indonesia sebagai sebuah himpunan yang lebih sempurna.

“Kita harus menjadi bangsa yang bisa mengantisipasi perkembangan lingkungan yang sangat dinamis,” ujar Moeldoko.

Dari sisi logistik, lanjut Moeldoko, Indonesia masih menjadi negara Asia dengan biaya logistik paling mahal. Angkanya mencapai 24 persen dari produk domestik bruto (PDB). Ini membuat Indonesia kalah bersaing dibandingkan negara Asia lainnya.

Sebut saja Vietnam dengan biaya logistik 20 persen, Thailand 15 persen, Malaysia 13 persen, Jepang dan Singapura biaya logistiknya hanya delapan persen.

“Sesungguhnya Presiden sedang mengambil sikap terhadap perubahan yang saya gambarkan tadi. Saat ini diperlukan seorang pemimpin yang mampu menyiasati tantangan dengan pendekatan antisipasi dan pendekatan inovasi,” terang Moeldoko.

Lebih lanjut Moeldoko menjelaskan, UU Cipta Kerja ini merupakan salah satu pendekatan inovasi sosial yang mendesak perlu dilakukan Presiden. Apalagi disadari bonus demografi ke depan sangat luar biasa.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait