FOKUS

Napoleon Bonaparte Sebut Minta uang Rp7 M untuk Petinggi, Mabes Polri: Tidak ada di BAP

JAKARTA (tandaseru) – Mabes Polri angkat bicara soal pernyataan Irjen Napoleon Bonaparte (NB) meminta uang sebesar Rp7 Miliar dalam untuk para petinggi. Hal ini dikatakan Napoleon saat persidangan kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Terkait itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono pengakuan Irjen Napoleon itu tidak pernah ada dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Apa yang disampaikan saudara tersangka NB di pengadilan kemarin itu sudah saya konfirmasi kepada penyidik tidak ada di dalam BAP,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11)

Meski begitu, Awi mengatakan Polri tidak mempermasalahkan hal tersebut karena hal itu merupakan fakta baru dalam persidangan. Dia juga menyebut jika dalam BAP ada keterangan seperti itu, penyidik Polri pasti akan mengembangkannya.

“Kalau di dalam proses penyidikan yang bersangkutan itu di BAP bunyi pasti kan penyidik akan mengejar keterkaitan, kesaksian dari saksi-saksi yang lain maupun jawaban-jawab dari terdangka sendiri. Pasti akan dikejar itu. Tapi faktanya bawasannya yang bersangkutan sewaktu diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik tidak ada, kalimat itu tidak ada, jawaban itu tidak ada,” ungkap Awi.

Sekedar informasi dalam persidangan kasus itu, Irjen Napoleon sempat menyinggung soal petinggi. Irjen Napoleon disebut jaksa sempat meminta uang sebesar Rp7 miliar dengan tujuan untuk menghapus nama Djoko Tjandra dalam red notice.

Dalam persidangan itu terutama saat pembacaan dakwaan oleh jaksa, Irjen Napoleon disebut didakwa meminta suap lebih kepada Djoko Tjandra. Suap itu disebut-sebut tak hanya untuk dirinya ternyata juga untuk petinggi yang entah petinggi apa yang dimaksut.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com