FOKUS

Nekat Mudik pada Periode Pelarangan, Polisi Akan Putar Balikan Kendaraan

JAKARTA (tandaseru.id) – Pemerintah telah melarang masyarakat untuk mudik lebaran  ke kampung halaman terhitung mulai 6-17 Mei 2021. Lalu sanksi apa yang akan diberikan jika masih nekat melakukan mudik pada periode itu?

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menerangkan pihaknya dengan stakeholdee terkait akan memerintahkan untuk putar balik bagi masyarakat yang masih nekat mudik.

“Sanksinya akan kita putar balikan, kecuali untuk pelanggaran-pelanggaran yang memang ada pasal pelanggaran lalin,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/4).

Sambodo menerangkan pelanggaran yang masuk kriteria untuk ditindak adalah seperti travel gelap hingga truk yang menyelundupkan pemudik.

Sementara itu, pada periode dilarang mudik, beberapa kegiatan mendapat pengecualian yang diizinkan melakukan perjalan. Misalnya, perjalan dinas, akutan logistik dan barang juga dizinkan tetap beroperasi.

“Kedua apabila ada yang sakit, atau pengantar yang meninggal dunia, atau ibu hamil yang ingin melahirkan, di luar itu tidak diperbolehkan,” jelas Sambodo.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa mudik Idul Fitri 2021 ditiadakan. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Indonesia yang kian meluas pascalibur panjang.

Hal ini telah dirundingkan dalam rapat bersama kementerian terkait pada 23 Maret lalu. Kemudian, hasil ini juga telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sesuai arahan presiden dan koordinasi keputusan rapat tingkat menteri yang dilaksanakan 23 Maret 2021 di Kantor Kemenko PMK yang dipimpin Menko PMK, serta hasil konsultasi dengan presiden maka ditetapkan bahwa 2021 mudik ditiadakan,” jelas dia dalam Telekonferensi Pers, Jumat (26/3).

Kata dia, hal ini berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri dan seluruh masyarakat. Dia juga menuturkan bahwa langkah ini diambil dalam rangka upaya vaksinasi yang dilakukan bisa maksimal sesuai dengan yang diharapkan.

“Larangan mudik akan dimulai dari tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021, dari tanggal itu diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan daerah kecuali keadaan mendesak dan perlu,” tegasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com