FOKUS

Oknum DPRD Malut Dilaporkan Atas Dugaan Penggelapan dan Peyerobotan

JAKARTA (tandaseru.id) – Oknum DPRD Provinsi Maluku Utara, berinisial WZI, Rabu (9/6) dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut atas dugaan penggelapan dan penyerobotan.

Dilansir dari Indotimur.com, Richard Sebastian Sugianto melalui kuasa hukum, M. Bahtiar Husni pun telah membenarkan laporan ke Ditreskrimum Polda Malut tersebut.

“Iya, tadi kita sudah masukan laporan ke Ditreskrimum Polda Malut atas dugaan penggelapan dan penyerobotan oleh oknum anggota DPRD Malut,” ungkapnya.

Laporan tersebut dengan nomor : STPL/60/VI/2021/SPKT/Polda Malut yang dilaporkan oleh pelapor atas nama Richard Sebastian Sugianto atas dugaan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 dan pasal 385 KUHPidana yang diduga dilakukan oleh terlapor berinisial WZI yang juga anggota DPRD Malut.

Bahtiar mengaku, surat pemberi kuasa dengan nomor : 20/ADV/MBH-A/PID/V/2021 atas nama Stanley Sugianto, Richard Sebastian Sugianto dan Lovely Nathania Sugianto yang merupakan ahli waris dari almarhumah Selvi Jousua yang merupakan istri WZI.

Kuasa Hukum Richard pun mengatakan, masalah ini terkait harta bangunan empat ruko dan satu rumah di Kelurahan Mangga Dua yang ditinggalkan oleh almarhumah Selvi Jousua. Aset tersebut saat ini dikuasai oleh WZI, padahal surat-surat harta itu atas nama almarhum namun masih dikuasai oleh WZI.

“Kita sudah sampaikan dua kali kepada WZI untuk keluar baik-baik dari aset yang dikuasainya, padahal itu milik almarhumah dan itu semua surat-suratnya ada, namun WZI tidak menghiraukan maka kita langsung laporkan,” katanya.

Menurutnya, langkah ini dilakukan karena WZI hingga kini tidak ada itikad baik dengan para ahli waris anak-anak dari almarhumah istrinya, sehingga dilaporkan ke Polisi.

“Kita sempat menyampaikan agar masalah ini diselesaikan dengan baik-baik, namun WZI tidak menghiraukan. Maka tadi secara resmi kami buat laporan dan berharap agar WZI bisa serahkan semua aset milik almarhum ke ahli waris saat ini,” katanya lagi.

WZI yang dikonfirmasi ditempat terpisah mengatakan, harta tersebut dibeli dirinya bersama almarhumah istrinya setelah menikah.

Ia mengaku, saat itu anak-anak almarhumah dari suaminya yang pertama masih beragama non-muslim sehingga tidak ikut bersama, maka harta tersebut milik berdua.

“Waktu nikah anak-anaknya tidak pernah ikut dengan kami, jadi mereka tidak berhak atas harta dari almarhumah istri saya yang sudah masuk islam,” jelasnya.

WZI pun mengaku, anak-anaknya waktu itu sudah mengabaikan almarhumah walaupun almarhumah mau ketemu mereka karena perbedaan agama tersebut. Untuk itu, harta ini tidak bisa mereka anggap mewarisinya.

“Ini adalah kewenangannya pengadilan perdata bukan Polisi, jadi silahkan mereka lapor dan gugat ke pengadilan biar kita buktikan,” tegasnya

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com