FOKUS

Oknum Petugas Medis Cabul Saat Rapid Test di Bandara Soetta Mengaku Baru Pertama Kali Melakukan Aksinya

JAKARTA (tandaseru) – Oknum petugas medis yang melakukan dugaan penipuan, pemerasan, hingga pelecehan berinisial EFY terhadap calon penumpang saat melakukan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta mengaku baru sekali melakukan aksinya itu.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho mengemukakan berdasar hasil pemeriksaan sementara, tersangka Eko mengaku baru pertama kali melakukan pelecehan dan pemerasan terhadap calon penumpang saat melakukan rapid test.

“Tersangka ngaku baru pertama kali,” kata Alex saat dikonfirmasi, Senin (28/9).

Kendati begitu itu, Alex menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendalaminya tidak semata-mata hanya berdasar pada pengakuan tersangka. Selain itu, dia juga meminta kepada masyarakat yang merasa menjadi korban lainnya bisa melaporkan ke polisi.

“Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban dugaan tindak pidana apapun jangan ragu melaporkan ke Polresta Bandara Soetta,” ujarnya.

Penyidik Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya menangkap tersangka Eko di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, pada Jumat (25/9). Dia ditangkap bersama wanita yang diduga istirnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus ketika itu mengungkapkan bahwa tersangka Eko melarikan diri ke Sumatera Utara usai mengetahui kasusnya viral di media sosial. Dia melarikan diri dari Jakarta dengan menggunakan transportasi umum.

“Hasil pemeriksaan awal saat di TKP dia mengaku bahwa mendengar adanya cuitan (Twitter) kemudian langsung melarikan diri menggunakan kendaraan umum ke Sumatera Utara,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/9).

Dalam perkara ini, penyidik pun telah menjerat tersangka Eko dengan pasal berlapis. Selain dijerat dengan pasal penipuan, penyidik juga menjerat tersangka dengan pasal pencabulan dan pemerasan.

Penetapan status tersangka terhadap yang bersangkutan dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara dan mengumpulkan sejumlah barang bukti yang cukup. Beberapa barang bukti yang diamankan misalnya bukti transfer dari m-banking korban ke rekening tersangka dan kamera pengintai atau CCTV yang berada di lokasi kejadian.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait