FOKUS

Oknum Polisi di Bandar Lampung Diduga Terlibat Aksi Perampokan Mobil Milik Mahasiswa

JAKARTA (tandaseru.id) – Seorang oknum anggota polisi berinisial IS diduga terlibat aksi perampokan mobil milik mahasiswa di Kawasan Bandar Lampung pada Sabtu (9/10).

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Ino Harianto menyebut saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman kepada oknum polisi tersebut untuk mengetahui keterlibatannya.

“Iya, masih kami dalami terus sejauh mana keterlibatannya,” ucap Ino saat dikonfirmasi, Selasa (19/10).

Ino belum dapat merincikan lebih lanjut mengenai keterlibatan polisi itu dalam insiden tersebut. Menurutnya, polisi saat ini masih melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap pelaku-pelaku lain yang terlibat.

Ino menjelaskan, kepolisian tengah berfokus dalam mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan insiden tersebut. Sehingga, hingga saat ini kasus tersebut belum diekspos ke publik.

“Tentunya ada pelaku-pelaku yang lain, sekarang kan dia. Ya teknis lah, kami kan gak perlu pengakuan, kita butuh bukti-bukti dan saksi,” jelasnya.

“Makanya belum kami ekspose dulu, karena pelaku-pelaku lain masih kami kejar,” tandasnya.

Diketahui, aksi oknum anggota polisi tengah disorot karena terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir. Aksi tersebut menuai kontroversi di masyarakat.

Beberapa kasus kekerasan hingga perilaku kepolisian dinilai tak bertentangan dengan kode etik profesi dan disiplin Korps Bhayangkara.

Di Kabupaten Tangerang misalnya, seorang anggota polisi yakni Brigadir NP membanting ala smackdown terhadap mahasiswa yang melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Tangerang.

Kemudian, di Deliserdang, Sumatera Utara, seorang polisi yang memukuli pria hingga terkapar di jalanan. Pria tersebut tak bisa melawan dan langsung terkapar di jalan.

Tak hanya aksi kekerasan, proses hukum juga disorot. Misalnya, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang aparatur sipil negara (ASN) terhadap tiga anaknya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kasus ini pernah dihentikan, hingga akhirnya proses penyelidikan kembali dibuka.

Selain itu, mengusut kasus dugaan penganiayaan seorang pedagang di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Medan bernama Liti Wari Iman Gea juga disorot. Buntutnya, sejumlah pejabat di Polsek Percut Sei Tuan pun dicopot.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com