FOKUS

Diangkat jadi Managing Director GrabPay, Ini Sosok Ongki Kurniawan

JAKARTA (!) – Ongki Kurniawan resmi diangkat sebagai Managing Director GrabPay Indonesia. Platform pemesanan transportasi online itu ingin agar GrabPay di tangan dingin Ongki berkembang dan mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

Ia mengatakan, visi GrabPay untuk membawa seluruh lapisan masyarakat memasuki ekonomi digital, sejalan dengannya. Oleh karena itu, Ongki menyambut positif tantangan yang diberikan Grab.

“Saya sangat antusias untuk membantu masyarakat Indonesia mendapatkan keuntungan dari ekonomi digital melalui inovasi yang diciptakan,” katanya. Sebelum bergabung dengan Grab, Ongki adalah Managing Director LINE, memimpin strategi dan eksekusi di Indonesia.

Pria ramah ini juga pernah memangku jabatan sebagai Director/Chief Digital dan Director/CTO XL Axiata, Principal di BCG, dan Credit Analyst di Citi Corporate Banking Group.

Memang, sepanjang tahun ini, Grab akan meningkatkan jumlah talenta engineer Indonesia dalam sektor teknologi menjadi ratusan orang.

Awal 2017, Grab berkomitmen menginvestasikan dana senilai US$700 juta (Rp9,2 triliun) sebagai bagian dari Master Plan ‘Grab 4 Indonesia 2020’ guna mendukung target Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dalam tiga tahun ke depan.

Lalu, pada Mei, Grab telah membuka pusat R&D di Jakarta untuk memberikan pelatihan dan mendukung pertumbuhan talenta teknologi. Dalam master plan-nya, Grab telah mengumumkan tujuannya untuk melahirkan lima juta wirausawahan mikro di Indonesia pada tahun depan.

Baca Juga:

Sementara itu, Head of GrabPay, Jason Thompson menuturkan, pemahaman mendalam Ongki terhadap pasar Indonesia akan membantu Grab dalam mengubah GrabPay menjadi platform pembayaran mobile yang paling relevan dan paling banyak digunakan di Indonesia.

Menurut Jason, Ongki akan bekerjasama dengan 150 engineer lokal di pusat R&D Grab di Jakarta, serta jaringan mitra yang luas untuk membangun solusi pembayaran terbaik bagi konsumen dan UKM Indonesia.

“Dia juga harus memberikan diferensiasi pada industri pembayaran Indonesia yang tergolong baru dan masih terfragmentasi,” ungkapnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait