FOKUS

Pekan Depan, Bareskrim Polri Periksa 4 Tersangka dalam Kasus Terhapusnya Red Notice Djoko Tjandra

JAKARTA (tandaseru) – Penyidik Bareskrim Polri berencana memeriksa Djoko Tjandra dan pmegusaha Tomy Sumardi setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Karo Penmas Divisi Humas Pol Brigjen Pol Awi Setiyono mengungkapkan pemeriksaan tersebut sudah diagendakan pada Senin (24/8) mendatanga.

“Rencana pemeriksaan JST dengan TS akan diperiksa Senin 24 Agustus 2020,” kata Awi Setiyono dalam keterangannya, Senin (17/8).

Pemeriksaan dilakukan tak hanya terhadap Djoko Soegiarto Tjandra dan Tomy Sumardi saja. Penyidik Polri juga akan memeriksa Irjen Napoleon Bonaparte (NB) dan Brigjen Prasetijo Utomo (PU).

“Sedangkan NB dan PU akan diperiksa hari Selasa 25 Agustus 2020,” ujarnya.

Diketahui, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengumumkan nama-nama tersangka baru di dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Argo membagi menjadi dua selaku pemberi suap dan penerima. Selaku pemberi, Argo mengatakan, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Mabes Polri menetapkan JST (Joko Soegiarto Tjandra) dan (TS) Tomy Sumardi.

Keduanya disangkakan melangar Pasal 5 ayat 1 Pasal 13 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 yaitu pemberi dan penerima gratifikasi.

Sedangkan selaku penerima, Argo menyampaikan penyidik menetapkan PU dan NB sebagai tersangka.

Penyidik menjerat dengan Pasal 5 ayat (2), Pasal 11 dan 12 huruf a dan b Undang-Undang nomor 20 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi dan junto Pasal 5 KUHP.

“Ancaman hukuman adalah 5 tahun. Saat ini kita masih dalam proses penyidikan berikutnya,” ujar dia.

Dalam kasus ini, Argo menerangkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan supervisi dengan Polri.

“Itu baru kasus korupsinya dan langsung disupervisi KPK,” ujar dia.

Di sisi lain, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri juga melakukan gelar perkara kasus surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra. Argo menyampaikan, penyidik juga menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Dia adalah JST (Joko Soegiarto Tjandra).

“JST dikenakan Pasal 263, Pasal 246, Pasal 21 kuhp dengan ancaman 5 tahun,” ujar dia

Sehingga, Argo menyatakan, ada tigaà orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini yakni PU, Anita, JST.

Gelar perkara sendiri dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait