FOKUS

Pemalsu Website Bansos Kemensos Palsu Ditangkap, Raup Keuntungan Rp1,5 Miliar dari Iklan

JAKARTA (tandaseru.id) – Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial RR karena menyebarkan berita bohong alias hoaks soal situs bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) dengan meraup keuntungan dari iklan situs hingga Rp1,5 miliar.

Situs tersebut berisikan formulir pendaftaran untuk masyarakat agar mendapatkan bansos PPKM Darurat senilai Rp300 ribu yang tautan atau link website tersebut disebarkan melalui pesan berantai WhatsApp.

“Melaporkan adanya akun beredar di medsos, akunya menyebar pesan berantai berisi formulir bantuan sosial PPKM sejumlah Rp300 ribu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (19/7).

Yusri menyebut pelaku yang mempunyai latarbelakang pendidikan sarjana komputer ini membuat website yang didalamnya mencantumkan logo Kemensos untuk meyakinkan masyarakat.

Atas kasus itu, pihak Kemensos kemudian melaporkan temuan ini ke Polda Metro Jaya pada 12 Juli. Kepolisian lantas menelusurinya dan melakukan penangkapan.

“Dia pakai lambang di websitenya logo Kemensos sehingga seperti yang sebar dari Kemensos,” ucap Yusri.

Dari keterangan pelaku, aksinya itu telah dilakukan sejak November 2020 dengan keuntungan hingga miliaran rupiah dari iklan yang didapat dalam situs bodong tersebut.

“Dia meraup keuntungan dari iklan yang masuk di website tersebut. Minimal dua iklan satu website, dari kedua iklan ini dia bisa meraup sekitar Rp200 juta. Jadi total dari November sudah diterima pelaku sekitar Rp1,5 miliar,” tutur Yusri.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 35 Juncto Pasal 51 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman 12 tahun penjara.

Dalam kesempatan sama, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial Hasim menegaskan pihaknya tak pernah membuat website berjudul Subsidippkm.online.

“Kenapa [kasus ini] dilaporkan? Karena dirasa mencemarkan nama baik Kementerian Sosial, di saat Kementerian Sosial mendapatkan penugasan untuk bidang perlindungan masyarakat terdampak Covid-19,” ucap dia.

Lebih lanjut, Hasim juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan pesan berantai, terutama yang berkaitan dengan bansos.

“Masyarakat kita ajak untuk mengakses atau mengubungi jalur resmi pemerintah, bisa langsung mengangkes web kemensos bisa melalui web https://cekbansos.kemensos.go.id, saya kira ini solusi terbaik daripada mudah percaya pada isu yang tidak bisa dipercayakan,” tuturnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com