FOKUS

Pembobol ATM kasus Satpol PP sudah Berjalan selama 7 Bulan

Tandaseru – Polisi masih menyelidiki kasus pembobolan ATM yang diduga dilakukan oleh anggota Satpol PP. Pembobolan itu dilakukan selama 7 bulan oleh 41 orang yang saat ini masih proses pemeriksaan.

“(Pembobolan) Beberapa kali dilakukan sejak April hingga Oktober,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/11).

Pembobolan berawal saat salah satu anggota Satpol PP DKI Jakarta mengambil sejumlah uang dari rekening bank swasta melalui ATM Bank DKI. Tapi, saldo yang terpotong pada rekening hanya Rp4.000. Kemudian anggota Satpol PP DKI tersebut menginformasikan kejanggalan sistem pada mesin ATM Bank DKI itu pada teman-temannya.

Kerugian kasus ini diduga mencapai Rp50 miliar. Total kerugian itu didapat berdasar hasil audit yang dilakukan. Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dengn alasan masih menyelidiki dugaan kesalahan sistem dari pihak Bank.

Pihak Bank DKI sendiri sudah dipanggil guna dimintai keterangan terkait dugaan kesalahan sistem yang menyebabkan pembobolan mesin ATM.

“Kerugian sampai saat ini, (berdasarkan) hasil audit sekitar Rp 50 miliar. Manajemen dari Bank DKI sudah dilakukan pemeriksaan. Mereka masih memverifikasi kira-kira kesalahan apa yang terjadi dalam sistem ini, masih didalami tim dari Bank DKI,” ujar Yusri lagi.

Sebelumnya diberitakan, MR, seorang anggota Satpol PP diduga melakukan tindakan pembobolan terhadap ATM bersama. Kejadian diawali saat MR menemukan celah, yaitu uang bisa ditarik, namun tidak mengurangi saldo rekeningnya di Bank DKI. Dia lalu menyebarkan hal itu kepada 11 rekan-rekannya.

Saat ini, sejumlah 12 anggota Satpol PP DKI Jakarta yang diduga melakukan pembobolan terhadap ATM Bersama, telah dibebastugaskan. Menurut Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin, pembebastugasan itu dilakukan selama kasus diselidiki Polda Metro Jaya.

“Seluruhnya sudah dibebastugaskan,” ujar Arifin saat dihubungi, Rabu (20/11).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait