FOKUS

Pemerintah akan Turunkan Harga Gas untuk Pembangkit Listrik

JAKARTA (tandaseru) – Pemerintah berencana akan menurunkan harga gas untuk pembangkit listrik menjadi US$6 per MMBTU, sementara PLN diminta mencari pasar baru akibat pasokan listrik berlebih.

Untuk mendukung kebijakan ini, Pemerintah saat ini sedang mengkaji payung hukumnya, salah satunya adalah dengan merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 Tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

“Iya, Pembangkit termasuk juga yang akan menikmati harga gas US$ 6 per mmbtu. Dan untuk mendukung kebijakan ini maka Pemerintah akan merevisi Peraturan Presiden,” ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Sebagaimana diketahui, dalam Perpres 40 tahun 2016, terdapat 7 industri yang mendapatkan harga gas khusus, yaitu industri yang bergerak di bidang pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical, industri Baja, industri keramik, industri kaca, dan industri sarung tangan karet.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana meminta PLN untuk melakukan aksi korporasi mencari pasar baru.

Rida mengatakan, investasi PLN untuk sementara tidak lagi difokuskan untuk membangun pembangkit, namun lebih banyak dialokasikan untuk menambah transmisi dan distribusi dalam rangka memperkuat pasar.

Arifin juga meminta PLN untuk proaktif mencari pelanggan sehingga kelebihan pasokan yang saat ini ada dapat diserap oleh pelanggan.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait