FOKUS

Pemerintah Resmi Larang Mudik Lokal Aglomerasi

JAKARTA (Tandaseru.id) – Pemerintah resmi melarang kegiatan mudik lokal di wilayah aglomerasi. Wilayah aglomerasi sendiri ada di sejumlah daerah termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, kebijakan larangan mudik di wilayah aglomerasi sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Pelarang ini juga berlaku pada periode 6-17 Mei 2021 seperti larangan mudik dari pemerintah pusat.

“Jadi narasi yang dibangun adalah larangan mudik. Jadi kalau tujuan mudik pasti dilarang,” kata Syafrin saat dihubungi, Jumat (7/5).

“Untuk aglomerasi kenapa sebelumnya difasilitasi, karena sebelumnya ada perjalanan dinas atau bekerja. Tapi begitu ada yang tujuan mudik sekarang dilarang, karena narasi tahun ini mudik dilarang,” imbuhnya.

Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan 8 titik penyekatan mudik di wilayah aglomerasi ini. Yakni di Kalideras, Joglo, Pasar Jumat, Jalan Raya Bogor, Kalimalang, Jalan Cakung-Bekasi, Budi Luhur, dan Perintis Kemerdekaan.

Petugas di titik tersebut, akan mengidentifikasi kendaraan mudik dan yang hendak bekerja. Bagi yang akan mudik langsung diputar balik. Sedangkan yang bekerja diizinkan melanjutkan pekerjaan.

Syafrin memastikan, petugas di lapangan mampu membedakan kendaraan mudik dan yang hendak bekerja. Salah satunya dengan mengidentifikasi barang bawaan pengendara.

“Saat mudik pasti berbeda barang bawaannya dengan kerja. Nah ini yang kami dapatkan dari kemarin sampai tadi pagi jam delapan ada 19 kendaraan yang mau mudik kami putar balik. Walau pun pemeriksaanbya di delapan titik itu,” pungkas Syafrin.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com