FOKUS

Pemuda Surabaya Gelar Deklarasi dan Pernyataan Sikap Tolak Anarkisme

SURABAYA (tandaseru) – Pemuda dan Elemen Masyarakat di Kota Surabaya menggelar Deklarasi dan pernyataan sikap menolak aksi anarkisme, di Gedung Bhara Daksa Polrestabes Surabaya, Jumat (16/10).

Seperti diketahui, semenjak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law akan disahkan oleh DPR-RI menuai pro dan kontra. Memicu terjadinya penolakan yang berujung unjuk rasa diberbagai wilayah Indonesia.

Menyikapi hal itu Polrestabes Surabaya mengajak Pemuda dan Elemen Masyarakat di Kota Pahlawan ini untuk melakukan deklarasi dan menyatakan sikap menolak aksi anarkisme.

Pada kegiatan itu juga ikut hadir, beberapa tokoh dan organisasi masyarakat, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, menyebutkan kegiatan tersebut merupakan evaluasi dari kejadian unjuk rasa di Surabaya pada tanggal 8 Oktober 2020 lalu.

“Dari kejadian insiden 8 Oktober 2020 kemarin, kita telah evaluasi. Sehingga dibutuhkan pernyataan sikap dan deklarasi yang menolak aksi anarkisme di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya ini.” ujarnya.

Kombes Pol Johnny Isir, mengatakan pernyataan sikap ini melambangkan spirit, semangat dan komitmen dari semua elemen masyarakat di Kota Surabaya untuk menolak dan tidak setuju terhadap aksi anarkisme dalam proses penyampaian pendapat.

“Boleh menyampaikan pendapat, asal tetap sejalan dengan aturan dan UU No 9 tahun 1998, dengan tetap mengedepankan kesatuan dan keutuhan bangsa.” ujarnya.

Pro dan kontra dalam negara demokrasi seperti Indonesia ini adalah hal yang biasa. “Namun, budaya kita sebagai bangsa yang santun, yang ramah bukan bangsa yang beringas.” pungkasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com