FOKUS

Peneliti Temukan Mutasi Baru Virus Corona! Diklaim Lebih Cepat dan Ganas

JAKARTA (tandaseru) – Dunia masih berjuang melawan pandemi virus Covid-19. Kini strain atau varian virus Corona tengah bermutasi di Amerika Serikat, Italia, dan Inggris.

Mutasi baru virus Corona ini diklaim lebih menular hampir 10 kali lebih cepat dari virus yang muncul di Tiongkok. Para peneliti menyebutnya dengan D614G sebagai versi lebih kuat dari SARS-CoV-2.

Melansir dari Daily Mail, Senin (15/6), jika dlihat dari bentuknya, virus D614G memiliki jumlah mahkota menonjol empat hingga lima kali lebih dibandingkan dengan Covid-19.

Para peneliti berpendapat bahwa banyaknya jumlah tonjolan tersebut membuat virus ini lebih cepat menginfeksi sel manusia. Selain lebih cepat menular, virus ini juga lebih stabil dan ganas ketimbang Covid-19.

Hingga kini para ilmuwan tengah meneliti apakah virus D614G hanya mewabah di New York, Italia, dan Inggris, sementara di negara lain belum teridentifikasi.

Bahkan sebagian ilmuwan berpendapat, virus ini hanya menjangkit di wilayah dengan angka kematian Covid-19 tertinggi di dunia.

Riset para ilmuwan terkait virus D614G

Di sisi lain, berdasarkan studi dan riset yang dilakukan dari Scripps Research mengonfirmasi bahwa virus Corona yang bermutasi, seperti D614G lebih mudah menempel pada reseptor.

“Ya, ini masuk akal. Penelitian ini berkualitas, dan itu artinya virus dapat berhasil menginfeksi pada dosis yang lebih rendah dan menyebar dengan lebih luas,” jelas ahli virus dari University of Reading, Inggris, Professor Ian Jones.

Adapun dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengisolasi beragam jenis virus Corona yang telah diidentifikasi oleh tanda genetik dari seluruh dunia.

Selanjutnya ditempatkan masing-masing ke dalam “kandang” mikroskopis guna menguji seberapa agresif varian virus ini menyerang sel manusia.

Virus D614G menjadi strain atau varian yang paling menonjol sebagai virus dengan gen yang bermutasi lebih banyak protein mengakibatkan virus bisa lebih cepat menempel pada sel manusia.

“Virus yang sudah bermutasi ini jauh lebih menular daripada virus yang tidak bermutasi dalam sistem kultur sel yang kami gunakan,” kata ahli virus, Dr Hyeryun Choe, PhD, peneliti senior dalam studi ini.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait