FOKUS

Penyebab Tingginya Angka Kriminalitas, Polda Gorontalo Musnahkan 33.333,4 Liter Miras Berbagai Macam Jenis

GORONTALO (tandaseru) – Polda Gorontalo dalam hal menindaklanjut pemberantasan Miras musnahkan 33.333,4 Liter Minuman Keras berbagai macam Jenis di SPN Polda Gorontalo, Kamis (1/10).

Polda Gorontalo dan jajaran tak henti-hentinya melakukan upaya Preventiv dan Preemtiv. Dimana pasca pemusnahan Miras sebanyak 36.792,3 liter pada 3 Bulan kemarin di Mako Brimob. Kini Pihak Polda Gorontalo kembali musnahkan 33.334,3 Liter berbagai macam jenis Miras.

Adapun Pemusnahan 33.334,3 Liter berbagai macam jenis Miras ini diamankan dari berbagai kegiatan Kepolisian dalam hal ini Polda Gorontalo dan jajaran seperti hasil dari pengungkapan anggota Opsnal Dit Resnarkoba Polda Gorontalo, hasil pengungkapan anggota Gugus Covid 19 Perbatasan Provinsi Gorontalo Dan Sulawesi Utara, hasil pengungkapan Sat Narkoba Polres Gorontalo Kota, Bone Bolango, Polres Gorontalo, Dan Juga Polres Boalemo.

Dalam pemusnahan Miras ini turut dihadiri oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, SIK, M.Si., MM, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito, MA bersama unsur Forkopimda lainnya yang dalam kesempatan ini turut mengapresiasi kinerja Polda Gorontalo dan jajaran dalam memberantas Miras di Provinsi Gorontalo.

Kemudian untuk tersangka dari pemilik Miras ini diketahui yang saat ini ditangani Polda Gorontalo berjumlah 6 orang, Polres Gorontalo 1 orang tersangka, Polres Gorontalo Kota 2 Tersangka, Polres Boalemo 1 orang tersangka dan untuk Polres Bone Bolango 1 orang tersangka.

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, SIK dalam pemusnahan Miras ini menjelaskan bahwa maraknya peredaran minuman beralkohol di Provinsi Gorontalo telah memberikan dampak negatif dan berkontribusi terhadap tingginya angka kriminalitas khususnya pada tindak pidana penganiayaan, KDRT dan pengancaman yang marak terjadi di Provinsi Gorontalo.

istimewa

Tercatat sampai bulan september tahun 2020, berdasarkan laporan gangguan kamtibmas yang diterima Polda Gorontalo dan jajaran khususnya untuk tindak pidana penganiayaan ada 598 kasus, KDRT 104 kasus dan pengancaman sejumlah 77 kasus. sehingga untuk kasus penganiayaan masih menjadi yang tertinggi dibandingkan kasus-kasus lainnya.

“Oleh sebab itu, saya beserta jajaran telah berkomitmen untuk tetap konsisten dalam melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pengedar dalam hal ini para penjual dan pemasok minuman beralkohol serta akan terus meningkatkan kerjasama lintas sektoral termasuk dengan jajaran pemerintah provinsi sulawesi utara dan sulawesi tengah guna memutus mata rantai pasokan minuman ber-alkohol yang akan di edarkan ke-wilayah provinsi gorontalo maupun yang akan di kirim ke wilayah – wilayah lain di luar provinsi gorontalo baik yang melalui jalur darat, laut maupun udara,” jelas Wahyu.

Mantan Kapolres Bone Bolango itu kembali mengingatkan bahwa pengaruh minuman keras sangat negatif baik terhadap kesehatan maupun perilaku masyakarat yang mengkonsumsi minuman keras.

“Berkali-kali Bapak Kapolda mengatakan bahwa pengaruh minuman keras sangat buruk, hampir kasus penganiayaan yang terjadi di Provinsi Gorontalo akibat pengaruh minuman keras, miras membuat emosi tidak terkendali, mudah marah sehingga menjadi pemicu kriminalitas, mari kita terus perangi miras, butuh kepedulian kita semua untuk mencegah minuman keras cap tikus masuk ke Gorontalo,” pungkas Kapolda Gorontalo.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait