FOKUS

Penyelidikan Kasus OTT UNJ Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

JAKARTA (tandaseru) – Kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) termasuk salah satunya, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Komarudin yang tengah diperiksa kini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

“Kasus itu sudah dilimpahkan ke Polda Metro dalam hal ini Krimsus,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (22/5).

Yusri masih belum berkomentar banyak ihwal kasus tersebut. Sebab, kata Yusri, saat ini penyidik dugaan korupsi dalam kasus itu.

“Sekarang masih didalami penyidik mencari dugaan perisitwanya seperti apa, baru itu,” ucap Yusri.

Sebelumnya, KPK bersama Kemdikbud menangkap Kabag Kepegawaian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dwi Achmad Noor beserta barang bukti berupa uang sebesar Rp27, 5 juta dan US$ 1.200.

“Benar, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2020 sekitar jam 11.00 WIB, KPK bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Deputi Bidang Penindakan KPK, Karyoto dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5).

Penangkapan itu bermula dari informasi yang disampaikan pihak Itjen Kemdikbud kepada KPK terkait rencana penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemdikbud.

Selain Dwi, KPK diketahui juga melakukan serangkaian permintaan keterangan terhadap Rektor UNJ Komarudin, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Sofia Hartati, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemdikbud Tatik Supartiah, Karo SDM Kemdikbud Diah Ismayanti, Staf SDM Kemdikbud Dinar Suliya, serta Staf SDM Kemdikbud Parjono.

Namun, disampaikan Karyoto, setelah dilakukan permintaan keterangan, KPK belum menemukan unsur pelaku penyelenggara negara. Atas dasar itu, KPK menyerahkan kasus ini kepada kepolisian.

“Sehingga selanjutnya dengan mengingat kewenangan, tugas pokok dan fungsi KPK, maka KPK melalui unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan menyerahkan kasus tersebut kepada Kepolisian RI untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum,” kata Karyoto.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait