FOKUS

Peretasan Email, Perusahaan Alat Kesehatan Italia Ditipu Rp58,8 Miliar soal Pembelian Ventilator Covid-19

JAKARTA (tandaseru) – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap tindak pidana penipuan terkait pembelian peralatan medis yakni ventilator Covid-19 dari sebuah perusahan Italia bernama Althea Italy S.p.a dengan modus hacker email.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan dalam hal ini pihaknya berhasil menangkap tiga orang warga negara Indonesia bernama Safril Batubara, Rahudin alias Jamaludin, dan Tomi Purwanto dan berhasil menyita uang senilai Rp58,8 miliar.

“Satu pelaku lagi yang diduga warga negara Nigeria bernama Dima alias Brother yang berperan sebagai aktor intelektual saat ini masih DPO,” kata Listyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/9).

Listyo mengungkapkan awalnya perusahaan Italia itu melakukan kontrak jual beli peralatan medis dengan perusahaan China bernama Shenzen Mindray Bio-Medical Electronic Co., Ltd sekitarbulan Maret hingga Mei 2020 dengan sudah melakukan pembayaran beberapa kali ke Bank of China.

“Kemudian dipertengahan perjalanan ada seseorang yang mengaku dari GM mengatasnamakan seolah-olah perusahaan Shenzen China mengirim email (Bypass) ke perusahaan Italia untuk menginformasikan perubahan rekening ke Bank di Indonesia,” ucap Listyo.

Dalam hal ini, perusahaan Italia tersebut sudah melakukan transaksi sebanyak tiga kali atas perubahan rekening tersebut dengan nilai uang Rp58,8 miliar.

Singkat cerita, pihak bank menemukan kecurigaan transaksi yang besar dan berkoordinasi dengan PPATK dan Bareskrim Polri. Setelah diusut Polri, didapati jika kelompok ini melakukan penipuan dengan cara mengaku-ngaku sebagai perusahaan korban dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari transaksi alkes tersebut.

“Atas laporan itu, Interpol Italia bekerjasama dengan Interpol Indonesia, Bareskrim Polri, dan teman-teman dari PPATK menyelidiki kasus itu dan menangkap tiga orang WNI yang terlibat di Jakarta, Bogor dan Padang Sidumpuan, Sumut,” ucapnya.

Salah satu tersangka bernama Safril Batubara sudah menggunakan uang sebesar Rp2 miliar untuk membeli aset tanah, bangunan serta mobil di Banten dan Sumatera Utara.

Dari tangan para tersangka, Polri menyita rekening tampungan senilai lebih dari Rp56 miliar. Dari Rp56 miliar itu, Rp2 miliarnya sudah digunakan para tersangka untum membeli mobil, tanah dan bangunan di Banten dan Sumatera Utara.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP, 263 KUHP, Pasal 85 UU nomor 3 tahun 2011, Pasal 45A ayat 1 junto Pasal 28 ayat 1 tentang ITE junto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP, Pasal 3, 4, 5, 6 Pasal 10 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU. Tersangka terancam hukuman di 5 tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait