FOKUS

Pergerakan Licin Pengusaha Tommy Sumardi Sebagai Pemberi Suap Dua Jenderal Polisi untuk Hilangkan Red Notice Djoko Tjandra

JAKARTA (tandaseru) – Pengusaha Tommy Sumardi akan diperiksa sebagai tersangka atas pemberi suap dari Djoko Tjandra atas kasus hilangnya red notice saat Djoko Tjandra menjadi buronan pada Senin (24/8).

Lalu bagaimana cara Tommy memberi suap kepada dua Jenderal polisi untuk memuluskan pelarian Djoko Tjandra?

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengungkapkan Tommy terbukti melakukan suap terhadap eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte (NB) yang kini juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi alurnya diduga begini TS (Tommy Sumardi) mendatangi Brigjen PU (Prastijo Utomo) untuk minta diperkenalkan kepada pejabat di Mabes Polri di Divisi Hubinter yang membawa NCB-interpol tersebut adalah NB yang sekarang sudah dinyatakan tersangka oleh Bareskrim Polri,” kata Boyamin dalam keterangannya, Senin (24/8).

Dalam hal ini, Tommy bertemu Napoleon melalui Brigjen Prastijo Utomo dengan meminta menghapus red notice Djoko Tjandra dalam pelariannya di Indonesia saat menjadi buronan.

“TS tadi mengurus pencabutan red notice Djoko Tjandra di NCB-interpol di bawah Divisi Hubinter Mabes Polri terdapat upaya untuk melakukan lobi-lobi dan melakukan pendekatan-pendekatan karena apa red notice itu tidak gampang dihapuskan dan juga sebenarnya bukan kewenangan dari NCB-interpol,” ucapnya.

Setelah itu, Tommy juga memberikan uang sebesar 20.000 USD untuk Brigjen PU sebagai ucapan terimakasih telah diperkenalkan dengan Napoleon untuk menghapus red notice Djoko Tjandra.

“Berkaitan dengan perosesnya , BJP PU mengakui TS datang ke ruangannya dan minta diperkenalkan dengan NB. Nah dari dua peristiwa itu mudah-mudahan kalau bicara alat bukti itu dari rekaman CCTV ada yang memperlihatkan TS mendatangi kantor BJP PU dan mengantarkan ke ruangan NB,” jelasnya.

“Kedua, proses dugaan pemberian uang itu, BJP PU didatangi oleh TS dalam keadaan membawa tas dan kemudian keluar dari ruangan PU masih membawa tas tersebut tetapi kemudian ketika mendatangi ruangan NB masih membawa tas tetapi keluarnya sudah tidak membawa tas. Itu lah kira-kira alur yang mestinya kemudian akan diungkap Bareskrim Polri,” sambungnya.

Dalam kasus ini, Boyamin meminta penyidik Bareskrim Polri untuk menjadikan Brigjen Prastijo Utomo menjadi Justice Colaborattor agar kasus yang menodai insitusi Polri ini menjadi terang benderang.

“Justru setahu saya BJP PU itu mengatakan apa adanya. Katakanlah (BJP PU) mengakui dugaan ada aliran dana kepada yang bersangkutan sebesar 20.000 dolarAmerika itu tadi, karena setahu saya BJP PU merasa itu tidak ada kaitannya dengan apapun dan itu dianggap sebagai uang pertemanan antara TS dengan BJP PU, karena keduanya sudah berteman lama,” ungkapnya.

Selain Tommy, Djoko Tjandra juga telah ditetapkan sebagai tersangka sebagai pemberi suap terhadap tersangka Brigjen Pol Prastijo dan Irjen Pol Napoleon Bonaparte terkait kasus hilangnya red notice Djoko Tjandra saat masih menjadi buronan.

Disamping itu, Boyamin juga berharap penyidik Bareskrim Polri juga memeriksa tiga orang lainnya yang direkomendasikan MAKI karena diduga kuat ikut terlibat dalam perkara Djoko Tjandra.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com