FOKUS

Periksa 13 Tersangka Kasus Bobol ATM Satpol PP, Polisi: Mengaku Diluar Unsur Kesengajaan

Tandaseru – Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah memeriksa 13 orang dari 41 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembobolan ATM Bank DKI yang melibatkan Satpol PP DKI Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Iwan Kurniawan menyebut dari hasil pemeriksaan 13 orang tersangka itu, rata-rata mengaku melakukan tindakan itu diluar unsur kesengajaan.

Pasalnya, mereka menarik uang dan saldonya tidak berkurang. Selanjutnya, para tersangka mencoba menarik uang lagi dan saldo rekening tetap tidak berkurang.

“Bahkan ada satu tersangka mencoba untuk membuat (kartu) ATM dari orang-orang lain, buka buku rekening kemudian ATMnya diambil kemudian dan dia mengambil dari ATM-ATM itu,” jelas Iwan saat dihubungi, Minggu (1/12).

Sebelumnya, Polda Metro Jaya meralat soal jumlah tersangka dalam kasus pembobolan ATM Bank DKI. Sebelumnya, polisi membeberkan ada 41 tersangka dalam kasus pembobolan tersebut.

Dalam hal ini, polisi baru menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Sisanya, yakni 28 orang masih diperiksa sebagai saksi.

Diketahui, Bank DKI Jakarta melaporkan kasus dugaan pembobolan ATM oleh oknum anggota Satpol PP ke kepolisian.

Awalnya, mereka diduga mengambil uang Rp 32 miliar (setelah diaudit menjadi Rp 50 miliar) secara bertahap, namun saldo rekeningnya tak berkurang.

Peristiwa itu berawal ketika satpol PP DKI Jakarta berinisial I mengambil sejumlah uang, namun saldo yang terpotong dalam rekening hanya Rp 4.000. Tersangka I kemudian meminta empat rekannya untuk membuat buku tabungan. Tujuannya, dia akan membobol kembali ATM itu menggunakan rekening rekannya.

Oknum Satpol PP yang diduga terlibat dalam pembobolan ATM salah satu bank swasta telah dipecat. Polisi menduga pembobolan ATM itu terjadi sejak April hingga Oktober 2019.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait