FOKUS

Perlunya Kelola Masa Pensiun agar Lebih Bermakna dan Happy

Tandaseru – Masa pensiun atau masa purna bakti atau ada masa purna tugas seorang karyawan atau pegawai negeri sipil merupakan masa yang pasti ada dan pasti akan tiba, dan juga akan dilalui oleh semua pegawai.

Setiap organisasi, perusahaan termasuk PNS  mempunyai kebijakan atau peraturan tentang batasan-batasan usia pensiun.

“Kalau di PNS kita semua tahu batasannya itu bervariasi, ada yang di struktural 58 tahun dan 60 tahun. Kemudian di jabatan fungsional itu lebih panjang lagi masa pensiunnya, bisa sampai 70 tahun kalau untuk yang dosen,” kata Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi dan Tata Laksana (SDM dan Ortala) Sekretariat Kabinet (Setkab), Ratih Mayangsari.

Tentunya masa pensiun sudah bisa prediksi berdasarkan waktu. Misalnya sekarang kita berumur 50 tahun berarti sudah harus mempersiapkan langkah-langkah dan mempersiapkan semuanya.

Karena itu, lanjut Karo SDM dan Ortala, sebagai pegawai seharusnya memandang masa pensiun itu adalah sebenarnya yang ditunggu-tunggu, bukan yang ditakuti. Karena yang selama ini tenggelam dalam rutinitas, tenggelam dalam target-target, kalau nanti sudah pensiun bisa mengatur sesuai dengan kemampuan, bisa bebas mengatur waktu.

“Berarti harusnya kita semuanya happy untuk menyambut masa pensiun, bukan cemas, gelisah bahkan sampai stres,” tutur Ratih.

Tentunya perlu mengelola persiapan pensiun masing-masing, dan membuat pensiun menjadi lebih bermakna, dan bisa menyambutnya dengan senang hati.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id