FOKUS

Pertanyakan Tuntutan Jaksa, Andy Cahyady Cari Keadilan di Kejari Jakut

JAKARTA (tandaseru.id) – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan warga negara asing (WNA), Wenhai Guan dan Andy Cahyady terus bergulir.

Dalam hal ini, Andy dituntut satu tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa, 12 Oktober 2021 atas laporan Wenhai soal kasus yang sama.

Terkait itu, Andy akan menanyakan langsung alasan tuntutan itu ke Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut) terhadap dirinya.

“Besok (Jumat, 15 Oktober 2021) pukul 09.30 WIB saya ke Kejari Jakut, mau tanya kenapa saya dituntut satu tahun penjara,” kata Andy saat dikonfirmasi, Kamis (14/10).

Andy mengklaim pihaknya sempat menanyakan lansung kepada jaksa Dyofa Yudhistira yang menuntutnya di persidangan. Namun, Dyofa mengaku tidak mengetahui pertimbangan penetapan tuntutan tersebut dan meminta menanyakan ke pimpinan.

“Itu bisa kita tanyakan nanti, dan media juga bisa tanyakan ke jaksa Dyofa kenapa enggak tahu alasan tuntutan satu satu tahun penjara,” ujar Andy.

Selain itu, Andy mengaku juga akan memberikan surat ke Kejari Jakut. Surat itu terkait permintaan eksekusi Wenhai Guan.

Sebelumnya, Andi memprotes tuntutan 1 tahun penjara terhadapnya. Padahal, Andy dan Wenhai saling melapor dalam kasus yang sama dan dinyatakan bersalah. Namun, Wenhai tidak pernah menjalani hukuman.

“Kurang keadilan, karena kasusnya sama. Satu, orangnya tahanan rutan (Andy). Sedangkan Wenhai tahanan kota sampai sekarang melarikan diri,” ungkap Andy Rabu, (13/10).

Andy menilai Wenhai telah memalsukan data yang seakan-akan penganiayaan di rumah Andy di Jalan Garden Marbie 5, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara itu hanya dilakukan oleh dirinya.

Dia menganggap penyelesaian kasus ini tidak profesional. Dia dituntut 12 bulan penjara setelah menolak surat dakwaan jaksa beberapa waktu lalu. Terdakwa Andy akan menyampaikan pleidoi keberatan atas tuntutan jaksa tersebut pada agenda sidang yang digelar 26 Oktober 2021 mendatang.

Andy telah menjalani hukuman atas putusan dalam perkara yang sama. Berdasarkan asas ne bis in idem, dia tidak bisa dituntut untuk kedua kalinya.

Untuk informasi kasus ini bermula saat WNA Wenhai Guan terlibat cekcok hingga dugaan penganiayaan terhadap Andy Cahyady. Namun, Wenhai mengaku menjadi korban dan melaporkan Andy ke polisi hingga diputus bersalah dan telah menjalani hukuman pidana enam bulan penjara.

Andy Cahyady kemudian melaporkan balik perbuatan penganiayaan yang dilakukan Wenhai. Wenhan kemudian diputus enam bulan penjara. Namun belum sempat menjalani hukuman, warga asing itu kembali ke negara asal di Singapura.

Selang beberapa bulan, Wenhai kembali ke Tanah Air dan melaporkan Andy dalam perkara yang sama. Andy kemudian diproses hingga menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com