FOKUS

Petugas Menara dan Pemantau CCTV Lapas Tangerang Tertidur saat Terpidana Mati Kasus Narkoba Kabur

JAKARTA (tandaseru) – Polisi menyebut petugas menara pengawas lembaga permasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang tertidur saat narapidana yang kabur dari Lapas bernama Cai changpan alias Cai Ji Fan (53).

Hal itu yang menyebabkan pelarian terpidana mati kasus narkoba tersebut baru diketahui setelah 11 jam berikutnya.

“Kami juga masih mendalami semua karena petugas yang berjaga di menara pada saat itu ketiduran,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/9).

Selain petugas menara pengawas lapas, Yusri juga menyebut bahwa petugas pemantau kamera pengintai atau CCTV juga tertidur saat Cai Ji Fan melarikan diri.

“Dan juga petugas yang jaga CCTV juga di center di lapas pada saat kita melakukan pemeriksaan juga ketiduran mengakunya. Ini yang masih kita dalami semua. Apa kemungkinan akan adanya keterkaitan adanya orang-orang yang membantu dia melarikan diri,” ujarnya.

Diketahui, Cai Ji Fan narapidana asal China di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang melarikan diri melalui gorong-gorong yang dibuatnya, pada Senin (14/9).

Gorong-gorong tersebut diduga dibuat dari kamar tahanan selama enam bulan hingga menembus saluran pembuangan air perkampungan warga di Jalan Veteran, RT 003 RW 4 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Tepatnya berada di sebelah kiri pintu gerbang Lapas.

Belakangan diketahui bahwa Cai Ji Fan menggali gorong-gorong tersebut dengan menggunakan alat perkakas bangunan seperti sekop, obeng hingga pompa air.

“Adapun pompa air selang kita juga masih mendalami kenapa yang bersangkutan bisa menghadirkan pompa air itu dalam tempatnya,” pungkas Yusri.

Selain itu, pemeriksaan saksi yang ada, ternyata terpidana itu sempat membeli rokok di sekitar lapas dan pulang ke rumahnya setelah kabur. Saat ini, polisi dan pihak lapas sudah berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham RI untuk mencegah Cai ke luar negeri.

Selain itu, juga telah berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk memblokir KTP yang bersangkutan. Sebab, pria asal China itu diketahui telah berpindah kewarganegaraan Indonesia dan memiliki e-KTP.

“Itu salah satu upaya kita untuk kita melakukan koordinasi dengan yang lain atau bisa mempersempit ruang gerak dari pada si tersangka,” Yusri menambahkan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait