FOKUS

Pilkada Serentak 2020, Ketua KPU: 734 Bakal Pasangan Calon Sudah Mendaftar di Daerah

JAKARTA (tandaseru) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyampaikan data pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) di sejumlah daerah sampai dengan pukul 11.00 siang, Selasa (8/9).

Terkait dengan perkembangan pendaftaran yakni terdapat 734 bakal pasangan calon yang terdiri dari 25 bakal pasangan calon pemilihan gubernur, 609 bakal pasangan calon pemilihan bupati, dan 100 pasangan calon untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota.

“Dari jumlah tersebut terinci ada 1.313 laki-laki dan 155 perempuan, mereka kemudian berpasangan menjadi 734 bakal pasangan calon. Sebanyak 667 bakal pasangan calon diusung oleh partai politik dan 67 bakal pasangan calon maju mendaftar melalui jalur perseorangan,” jelasnya.

Masing-masing daerah, lanjut Arief, bervariasi jumlah pasangan calonnya dan yang paling sedikit 1 pasangan calon, itu terdapat di 28 daerah atau biasa disebut pasangan calon tunggal.

“Kemudian paling banyak itu 5 pasangan calon, 5  bakal pasangan calon. Nah 5 bakal pasangan calon itu ada di 11 daerah. Selebihnya terdistribusi ke daerah-daerah yang ada 2 pasangan calon, 3 pasangan calon, dan 4 pasangan calon. Jadi paling sedikit 1 pasangan calon, paling banyak 5 pasangan calon,” imbuh Arief.

Soal pemungutan dan penghitungan suara, Arief sampaikan dalam Ratas tadi beberapa hal baru yang diterapkan di saat pemungutan dan penghitungan suara.

“Jumlah pemilihnya 500 pemilih, kita juga akan mengatur kedatangan para pemilih agar tidak berkerumun atau berkumpul dalam satu jam yang sama, penggunaan sarung tangan, kemudian disinfeksi area TPS, menggunakan pelindung wajah atau face shield, menggunakan masker, cek suhu tubuh, kemudian mencuci tangan, kemudian kami mengatur agar tidak terjadi salaman dan berdekatan,” urainya.

Arief menyampaikan tinta di pintu keluar juga tidak lagi mencelupkan ke dalam botol tinta, tetapi akan digunakan tetes atau drop ke salah satu jari pemilih.

“Kemudian kami juga meminta kepada KPPS sebelum melaksanakan tugasnya sebagai KPPS agar melakukan rapid test, jadi dipastikan mereka yang menjadi penyelenggara di TPS tidak terpapar Covid-19,” kata Arief.

Terkait dengan kesiapan logistik, Arief jelaskan KPU sudah membuat daftar kebutuhannya dan 11 jenis logistik pengadaannya akan dilakukan melalui e-Katalog. “Mudah-mudahan pola ini mampu menciptakan pengadaan logistik yang efektif dan efisien,” pungkasnya akhiri pernyataan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait