FOKUS

Pimpin Apel Pengamanan Unras, Kabagops Pastikan Tidak Ada Senjata Api

SURABAYA (tandaseru) – Polrestabes Surabaya bersama jajaran TNI menggelar Apel Kesiapan pengamanan unjukrasa Forum Buruh Se Jawa Timur dan mahasiswa dalam rangka menuntut tentang UU Omnibuslaw didepan Kantor Gubernur Jawa TImur, Selasa (27/10).

Untuk mengantisipasi dan mengamankan jalannya Unjuk Rasa Buruh dan Mahasiswa Jawa Timur tersebut, Polisi menurunkan sebanyak 1046 Personel Polrestabes Surabaya, 2218 Gabungan Personel Polda Jatim serta 360 Gabungan Personil TNI.

Kabagops Polrestabes Surabaya, AKBP Anton Elfrino Trisanto, saat memimpin Apel Kesiapan Pengamanan Unjuk rasa di depan halaman Kantor  Gubernur Jatim, menekankan pada seluruh personil gabungan agar tetap berpedoman Sesuai UU no 9 Tahun 1998.

“Kita harus menjaga HAM, dan kita harus memiliki Legalitas/Semua Yang terlibat Pengamanan Wajib Masuk Dalam Surat Perintah Tugas (Sprin) Baik dari BKO maupun Personel Polrestabes Surabaya, dan ada Asas Profesionalitas dalam bertindak.” tegasnya.

Selain itu, Kabagops juga menekankan kan pada anggotanya agar tetap memberikan imabuan serta mengingatkan pada massa Buruh dan Mahasiswa yang akan Melaksanakan Demo/Unjuk Rasa, agar tertib dan santun.

“Tetap imbau pada massa, mereka juga harus menjaga keamanan dan ketertiban, menghormati normal dan taat pada undang-undang yang berlaku.” ujarnya.

Akbp Anton juga menegaskan pada anggotanya dalam pelaksanaan tugas pengamanan tidak ada yang membawa dan menggunakan senjata api serra dan mematuhi Protokol Kesehatan.

Ditempat terpisah Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP M. Akhyar membenarkan, saat Apel ada terdapat penekanan pimpinan salah Satunya Personel tidak boleh membawa senjata Api.

“Dan juga selalu mengimbau tentang Protokol Kesehatan Covid 19 baik kepada buruh dan mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasinya.” pungkasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait