FOKUS

Pita Biru yang Menginspirasi

Seorang sahabat lama saya ketika ikut kursus bahasa Inggris dulu adalah seorang guru yang bernama Agus. Dia mengawali karirnya sebagai guru honorer di sebuah SMP swasta di Yogyakarta. Suatu hari Agus memutuskan untuk membuat proyek di sekolah dengan memberi tahu perbedaan apa yang telah siswa buat.

Tahap pertama, Agus memanggil setiap siswa ke depan kelas satu per satu. Kemudian dia memberi tahu bagaimana cara kerja proyek tsb.

Dengan suara tenang Agus berkata: “Kita akan mengerjakan sebuah proyek kelas tentang pengakuan. Caranya adalah selama satu minggu, saya ingin kamu mencari seseorang untuk dihormati dan beri mereka sebuah pita biru. Tujuan memberi pita biru ekstra agar orang tersebut bisa mengakui orang lain untuk menjaga siklus pengakuan ini berlangsung. Kemudian tolong kamu laporkan kembali kepada saya dan ceritakan apa yang terjadi.”

Agus memberikan masing-masing siswa tiga buah pita biru yang dicetak dengan huruf-huruf emas bertuliskan “Aku Membuat Perbedaan.”

Salah satu siswa pria yang bernama Reza mendatangi seorang manager pemasaran di perusahaan dekat sekolah mereka. Reza sangat menghormatinya karena manager tersebut telah berkenan mengajak Reza menumpang mobilnya beberapa hari dalam seminggu. Reza lalu memberinya pita biru dan menaruhnya di saku baju sang manager.

Kemudian pada hari itu sang manager pemasaran masuk ke ruangan bosnya, yang terkenal sebagai orang yang pemarah dan sering komplain. Sang manager kemudian duduk tenang dan dia mengatakan kepada bosnya bahwa dia sangat mengagumi beliau karena bosnya tersebut adalah seorang kreatif yang jenius.

Bos itu tampak sangat terkejut, sang manager bertanya apakah dia bersedia menerima hadiah pita biru dan apakah dia akan memberinya izin untuk mengenakannya. Bosnya yang terkejut berkata, “Ya, tentu saja.”

Sang manager mengambil pita biru dan meletakkannya tepat di jaket atasannya. Kemudian sang manager memberinya tambahan pita biru sambil berkata:

Maukah Bapak membantu saya? Apakah Bapak akan mengambil pita biru tambahan ini dan memberikannya untuk menghormati orang lain? Tadi seorang siswa SMP bernama Reza yang pertama memberi saya pita biru ini. Dia sedang mengerjakan proyek di sekolah dan ingin agar siklus pengakuan ini tetap berjalan dan mencari tahu bagaimana pengaruhnya terhadap orang-orang.

Malam itu bos pulang ke rumah untuk bertemu dengan putranya yang berusia 14 tahun. Dia berkata, “Hal yang luar biasa terjadi pada Bapak hari ini. Bapak tadi berada di kantor dan salah satu manager pemasaran datang sambil memberi tahu kalau dia mengagumi Bapak dan memberikan pita biru karena menurutnya Bapak adalah seorang orang kreatif yang jenius.

Kemudian dia meletakkan pita biru yang bertuliskan Aku Membuat Perbedaan di jaket Bapak. Dia memberi Bapak pita tambahan dan meminta untuk mencari orang lain untuk dihormati.

Saat Bapak pulang ke rumah malam ini, Bapak mulai berpikir tentang siapa yang akan Bapak hormati dengan pita ini dan Bapak memikirkan kamu. Bapak ingin menghormati kamu, ucap sang Bapak dengan lirih.

Hari-hari Bapak sangat sibuk dan ketika pulang, Bapak tidak memperhatikanmu. Kadang-kadang Bapak berteriak kepadamu karena tidak mendapatkan nilai yang cukup baik di sekolah dan melihat kamar tidur kamu yang berantakan, tapi entah bagaimana malam ini, Bapak hanya ingin duduk di sini dan ingin kamu tahu bahwa kamu telah membuat perbedaan bagi Bapak.

Selain ibumu, kamu adalah orang yang paling penting dalam hidup Bapak. Kamu anak yang hebat dan Bapak mencintaimu!

Putranya yang terkejut itu mulai terisak, dan dia tidak bisa berhenti menangis. Seluruh tubuhnya bergetar.

Dia menatap ayahnya dan berkata sambil berlinang air mata, “Bapak… saya tadi berencana akan bunuh diri besok. Saya mengira Bapak tidak mencintai saya. Sekarang saya tidak mau melakukannya, terima kasih… saya juga mencintai Bapak… “

 

Penulis buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait