FOKUS

PM Libanon Resmi Mundur Usai Ledakan Beirut

BEIRUT (Tandaseru) – Perdana Menteri Libanon Hassan Diab resmi mengumumkan pengunduran diri usai ledakan di Pelabuhan Beirut.

“Hari ini kami mengindahkan orang-orang dan tuntutan mereka untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas bencana,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi, dilansir AFP, Senin (10/8).

“Inilah mengapa hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintah.”

Diab telah mengajukan diri untuk mundur sebelum rapat kabinet yang digelar Senin (10/8) sore.

Sebelum Hassan Diab mundur, sudah ada empat menteri kabinetnya yang telah menyatakan mundur. Mereka adalah Menteri Keuangan Ghazi Wazni, Menteri Kehakiman Marie Claudie Najm, Menteri Informas Manal Abdul Samad, dan Menteri Lingkungan Damianos Kattar.

Insiden ledakan timbunan materiam ammonium nitrat itu sekurangnya menewaskan 200 orang, menghancurkan area hingga radius 5 kilometer.

Ledakan mengakibatkan 300.000 penduduk Libanon kehilangan tempat tinggal layak akibat hancur atau rusak berat terdampak ledakan. Presiden Libanon Michel Aoun mengatakan ledakan pada Selasa (4/8) lalu disebabkan oleh timbunan amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan tanpa pengamanan selama bertahun-tahun.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait