FOKUS

Polda Bali Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan Jerinx, Ini Alasannya

BALI (tandaseru) – Penyidik Polda Bali menolak penangguhan penahanan yang diajukan Drummer band Superman is Dead, I Gede Ary Astiana alias Jerinx.

“Benar, (permohonan) ditolak,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho kepada wartawan, Rabu (18/8).

Polisi pun membeberkan alasan permohonan penangguhan penahanan Jerinx ditolak. Pertimbangan penyidik menolak permohonan penangguhan penahanan ini agar Jerinx tidak mengulangi perbuatannya.

“(Agar) Tidak mengulangi perbuatannya,” kata dia.

Seperti diketahui, Dalam kasus ini, Jerinx dijerat UU ITE Nomor 11 Tahun 2008, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Setelah sebelumnya, IDI melaporkan salah satu unggahan Jerinx yang menuliskan ‘IDI Kacung WHO’.

Seperti diketahui, Drummer band Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astana alias Jerinx harus berurusan dengan pihak kepolisian atas unggahan di media sosial Instagram pribadinya @jrxsid.

Laporan itu, terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Bali pada 16 Juli 2020 lalu.

IDI merasa dihina oleh Jerinx karena IDI dan rumah sakit disebut menjadi kacung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Atas dasar itu, IDI provinsi Bali melaporkan postingan tersebut ke Polda Bali.

“Dia (Jerinx) ada postingan atau kata-kata kalimat ‘gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19’,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi saat dihubungi, Selasa (4/8).

Dalam laporan ini, Jerinx diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) dan atau Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait