FOKUS

Polda Metro Siap Amankan Demo RUU Omnibuslaw dan RUU HIP di DPR Hari Ini

JAKARTA (tandaseru) – Dua elemen organisasi masyarakat akan menggelar aksi demo di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (16/7). Terkait hal itu, Polda Metro Jaya sudah menerima surat pemberitahuan dan siap mengamankan jalannya aksi tersebut.

Diketahui, dua aksi demo yang bakal digelar yakni demo menuntur pencabutan RUU HIP dari prolegnas dan penolakan terhadap RUU Ciptaker.

“Surat pemberitahuannya sudah masuk ke Polda Metro Jaya, pemberitahuannya saja, kita sudah menyurat ke Mabes Polri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rabu (15/7).

Yusri menuturkan pihaknya siap mengawal dan mengamankan aksi demo tersebut. Namun, untk jumlah personel, Yusri masih belum membeberkannya.

“Kepolisian siap mengamankan dan kita siap mengawal. Kemudian kita tahu saat ini kita masih di kondisi pandemi, jadi kami mengimhau kepada teman-teman atau saudara-saudara yang akan melaksanakan kegiatan penyampaian pendapat dimuka umum untuk tetap menjaga aturan protokol kesehatan harus tetap dijalankan,” ucap Yusri.

Sebelumnya, Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI menyatakan akan kembali menggelar demonstrasi di Gedung MPR/DPR, Jakarta pada Kamis (16/7) besok.

Diklaim, aliansi itu beranggotakan 174 organisasi masyarakat (Ormas). Tiga di antaranya adalah Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

Aksi demo itu menuntut agar DPR bersikap dan mencabut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dari prolegnas.

“Tanggal 16 nanti adalah sidang paripurna untuk penutupan masa sidang DPR/MPR, nah kesempatan itu pasti akan dipergunakan oleh DPR untuk mengambil keputusan-keputusan,” kata Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif saat menggelar konferensi pers di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta, Selasa (14/7) sore.

Kemudian, elemen buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) juga bakal menggelar demo di Gedung MPR/DPR, Jakarta pada Kamis (16/7) besok.

Mereka menuntut agar DPR menghentikan pembahasan RUU ‘Omnibus Law’ Cipta Kerja (RUU Ciptaker) saat pandemi virus corona.

Tak hanya Gebrak, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) juga melakukan aksi turun ke jalan menolak pengesahan RUU Ciptaker di hari yang sama.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait