FOKUS

Polda Metro Tindak 120 Perkantoran Non Esensial-Kritikal Selama PPKM Darurat

JAKARTA (tandaseru.id) – Satgas Gakkum Polda Metro Jaya telah menindak para pelangggar pidana dalam masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat khususnya di DKI Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sejak PPKM Darurat berlaku pada 3 Juli 2021, sudah 245 kegiatan yang dilakukan Satgas Gakkum. Dari jumlah tersebut sebanyak 120 kegiatan berupa sidak di perkantoran.

“Hasilnya yang diselidik atau dalam tahap penyelidikan ada 9 kasus, penyidikan ada 35 kasus, kemudian ada juga mentakedown berita hoaks 1 kasus, untuk sidang tipiring 90 kasus,” kata Yusri kepada wartawan, Rabu (14/7).

Yusri menjelaskan mayoritas dari 35 kasus yang naik sidik ialah pelanggaran masuk kerja. Perkantoran non esensial dan non kritikal masih mengizinkan karyawannya bekerja dari kantor. Padahal harusnya 100 persen bekerja dari rumah untuk non esensial dan untuk non kritikal 50 persen bekerja dari rumah.

“Untuk kasus proses sidik perkantoran ini ada 21 kantor, kasus melawan petugas di lapangan 3 kasus, kasus memalsukan surat 7 kasus. Kasus penimbunan obat atau menjual di atas HET 3 kasus, penimbunan oksigen 1 kasus,” kata Yusri.

Untuk kasus perkantoran, pemimpin perusahaan ditetapkan jadi tersangka. Namun Yusri tidak menyebut jumlahnya.

“Ada yang pimpinan, manajer, CEO. Bahkan ada lapangan golf di daerah Sawangan, Depok, yang melanggar PPKM Darurat. Ini kami kasih police line dan jadikan tersangka manajer operasionalnya,” kata Yusri.

Para tersangka itu dijerat dengan Pasal 14 UU Wabah Penyakit Menular dengan hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 1 juta. Mereka tidak ditahan karena hukuman terberatnya hanya 1 tahun.

Sementara untuk kasus lainnya, polisi menjerat sesuai dengan UU yang terkait. “Ada juga yang pakai UU tertentu seperti penimbunan (obat), tersangka HET (harga eceran tertinggi) pakai UU Kesehatan dan lain-lain, termasuk yang melawan petugas dikenakan Pasal 216, Pasal 212 di KUHP,” kata Yusri.

Yusri menegaskan Satgas Gakkum PPKM Darurat Polda Metro Jaya belum selesai tugasnya. Penindakan terhadap para pelanggar PPKM Darurat akan terus dilakukan.

“Ini tim satgas masih bekerja terus untuk memonitoring atau menyidak,” tegas Yusri.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com