FOKUS

Polisi Akan Panggil Tersangka Kasus Korupsi Dana Kemah Ahmad Fanani Setelah 17 Agustus

Tandaseru – Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kembali berencana memanggil tersangka kasus dugaan korupsi dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2019, Ahmad Fanani setelah peringatan 17 Agustus 2019.

“Saya nanti mungkin akan jadwalkan lagi (pemeriksaan Ahmad Fanani) mungkin setelah 17 Agustus nanti,” kata Dir Krimsus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/8).

Iwan belum mengetahui secara pasti kapan agenda pemeriksaan itu. Polisi juga belum berencana memanggil paksa tersangka kasus dana kemah tersebut.

“Yang bersangkutan sebenarnya memberitahu tidak bisa hadir, jadi arti kata masih kita kategorikan sebagai orang yang kooperatif, dipanggil oleh penyidik tidak bisa hadir dan dia bisa memberikan alasannya. Nanti kita akan koordinasikan lagi kapan dia bisa hadir,” ungkap Iwan.

Dalam kasus itu sendiri, Iwan menyebut penyidik tinggal menunggu BAP dari Ahmad Fanani saja. Setelahnya, penyidik langsung menyerahkan berkas perkara itu ke kejaksaan.

“Iya menunggu BAP tersangka saja. BAP tersangka selesai dan diberkas dan dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Iwan.

Diketahui, Ahmad Fanani ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana kemah. Fanani dipersangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Polisi menduga ada mark-up data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) pada penyelenggaraan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 tersebut. Polisi menyebut dugaan penyimpangan ini baru ditemukan di LPJ Pemuda Muhammadiyah, sedangkan di LPJ GP Ansor tak ditemukan penyimpangan.

PP Pemuda Muhammadiyah juga sempat mengembalikan uang Rp 2 miliar kepada Kemenpora. Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek senilai Rp 2 miliar itu dengan alasan tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan LHP BPK.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait