FOKUS

Polisi Bantah Penusuk Syekh Ali Jaber Telah Bebas Bersyarat

LAMPUNG (tandaseru) – Polri membantah tentang Informasi soal tersangka penusuk Syekh Ali Jaber bernama Alpin Adria telah bebas bersyarat. Saat ini, pelaku masih ditahan di Polres Kota Bandar Lampung.

“Sampai saat ini tersangka AA masih dilakukan penahanan dan ada di dalam sel di Polresta Bandar Lampung. Tidak benar kalau (dikabarkan) sudah berada diluar. Masih di sel sampai detik ini dan masih dilakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Mabes Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/9).

Argo lantas menyampaikan bahwa kekinian penyidik juga telah menaikkan status perkara kasus tersebut dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Hal itu dilakukan usai penyidik memeriksa 13 saksi dan melakukan gelar perkara.

Menurut Argo, penyidik juga telah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan atau SPDP kepada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung pada, Selasa (15/9) kemarin.

“Tentunya dengan proses penyidikan ini ada beberapa isu berkembang misalnya ada beredar di medsos bahwa tersangka sudah dibebaskan oleh penyidik, itu semua tidak benar,” tegasnya.

Selanjutnya, Argo mengemukakan bahwa penyidik berencana akan melakukan rekonstruksi kasus penusukan tersebut pada, Kamis (17/9/2020) besok. Rekonstruksi tersebut rencananya akan digelar di tempat kejadian perkara atau TKP di Masjid Falahuddin, Tanjungkarang, Bandar Lampung.

“Sampai saat ini tempat kegiatan masih ada dan kemudian dijaga oleh anggota dan besok rekontruksi,” pungkasnya.

Syekh Ali Jaber sebelumnya ditusuk oleh orang tidak dikenal saat tengah berdakwah di Masjid Falahuddin, Tanjungkarang, Bandar Lampung, Minggu (13/9) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 17.15 WIB saat Syekh Ali Jaber tengah berdialog dengan jamaah.

Tiba-tiba, seorang pria tidak dikenal menghampiri Syekh Ali Jaber dan menusukkan pisau hingga mengenai lengan bahu kanannya.

Akibat penyerangan tersebut Syekh Ali Jaber mengalami luka sobek hingga dijahit sebanyak 10 jahitan.

Belakangan diketahui, pelaku penusukan tersebut diduga mengidap gangguan kejiwaan. Berdasar keterangan orang tua tersangka, pemuda bernama Alpin tersebut mengidap gangguan kejiwaan sejak tahun 2016.

Namun, polisi belum dapat memastikan terkait riwayat kejiwaan tersangka. Rencananya, tersangka akan diperiksa kejiwaannya di Biddokkes Polda Lampung hari ini.

“Belum bisa dipastikan yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Kita sudah koordinasi dengan Biddokkes Polda untuk cek kondisi kejiwaan yang bersangkutan,” kata Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya saat dikonfirmasi , Senin (14/9).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait