FOKUS

Polisi: Dua Jenderal Polri Akui Terima Uang dari Djoko Tjandra untuk Hapus Red Notice

JAKARTA (tandaseru) – Penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa eks Kadivhubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan eks Karo PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prastijo Utomo terkait kasus suap untuk menghapus red notice Djoko Tjandra saat menjadi buronan.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan dalam pemeriksaan tersebut, kedua jenderal polisi tersebut mengakui menerima aliran dana dari Djoko Tjandra. Namun, untuk jumlahnya masih belum disebutkan.

“Kemarin sudah kita sampaikan bahwasanya tersangka Djoko Tjandra menyampaikan telah menyerahkan uang, sejumlah uang, kemudian tersangka yang lainnya juga demikian, sudah kita lakukan pemeriksaan dan telah mengakui menerima uang tersebut,” kata Awi, Rabu (26/8).

Awi menyebut, penyidik juga terus mendalami terkait nominal uang yang diterima dua jenderal polisi tersebut. Ia menegaskan, kasus tersebut akan terkuak secara terang benderang di pengadilan.

“Tidak sampaikan di sini karena terkait dengan uang yang diterima ini akan diklarifikasi dengan alat bukti yang lainnya. Kalau itu berupa transfer atau cash and carry, tentunya nanti semuanya akan didalami oleh penyidik dan itu akan terbuka semuanya di pengadilan nanti,” ujar Awi.

Seperti diketahui, Polri memang tengah mendalami berbagai kasus terkait kaburnya Djoko Tjandra. Mulai pembuatan surat palsu hingga penghapusan red notice.

Dalam perkara itu, polisi juga tengah mendalami dugaan adanya aliran dana ke Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo. Uang yang diberikan diduga berjumlah USD 20.000.

Sebelumnya, Kuasa hukum Irjen Napoleon, Gunawan Raka mengeluhkan, pemberitaan yang beredar luas terkait kliennya. Ia menilai, kasus yang menjerat kliennya terlalu bombastis

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait