FOKUS

Polisi Duga Kafe Remang-Remang di Jakut Karena Pergusuran Kalijodo

JAKARTA (tandaseru) – Polisi menduga kafe remang-remang di daerah Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara yang menjual anak dibawah umur akibat pergusuran tempat prostitusi Kalijodo.

“Ini kejadian di Jakut informasi yang kita dapat dengan terbongkarnya wilayah Kalijodo ini (kafe remang) banyak berkembang disekitarnya, termasuk wilayah Rawa Bebek,” kata Kabag Bin Opsnal Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/1)

Senada dengan Pujiyarto, Kasubdit Renakta AKBP Piter Yanottama menyebut kafe remang itu bukan Kalijodo baru. Kafe remang itu diduga dibangun karena Kalijodo dihancurkan.

“Analisa kita, begitu Kalijodo diratakan otomatis orang-orang yang ada di situ otomatis menyebar kemana-kemana. Beberapa orang yang membentuk koloni kantung-kantung itu lah, salah satu kantungnya itu lah Rawa Bebek itu,” papar Piter.

Seperti diketahui, polisi menangkap 6 pelaku yang terdiri dari mami hingga pencari anak-anak dibawah umur untuk dipekerjakan melayani laki-laki hidung belang di sebuah kafe di Jakarta Utara. Sebanyak 10 anak-anak dibawah umur menjadi korban dari para pelaku.

Kafe remang itu sudah beroperasi selama 2 tahun. Omzet kafe itu mencapai Rp 2 miliar.

Para pelaku memaksa ABG untuk melayani tamu-tamu yang hadir secara terus menerus. Targetnya dalam 1 hari, 1 ABG harus melayani 10 pria dengan bayaran Rp 150 ribu per pria.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait