FOKUS

Polisi Grebek Panti Pijat Plus-Plus di Kelapa Gading, Tiga Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

JAKARTA (tandaseru) – Polisi menggerebek praktik pijat plus-plus di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara karena tetap beroperasi saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Dalam penggerebekan ini, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Aries Andhi mengatakan kasus ini bermula dari adanya indikasi sebuah tempat pijat membuka layanannya bahkan menyediakan jasa esek-esek. Polisi pun turun melakukan penyelidikan hingga pemantauan langsung ke lapangan.

“Dari pantauan anggota di lapangan, terlihat seolah-olah ruko dalam keadaan tertutup namun, aktivitas lalu lalang di depan ruko dan adanya aktivitas keluar masuk ke ruko menjadi bukti awal kecurigaan anggota yang di lapangan,” kata Aries dalam keterangannya, Rabu (23/9).

Polisi melakukan undercover dan memasuki ruko itu. Polisi menemukan bukti jika banyak pengunjung toko yang menikmati fasilitas di tempat pijat itu.

Polisi pun kemudian melakukan penggerebekan dan mengamankan 21 orang mulai dari pihak ruko, terapis hingga para pengunjung pada Senin, (21/9). Namun, hanya ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan ditetapkan tiga orang tersangka yang bertanggung jawab terhadap kegiatan usaha tersebut di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkap Aries.

Ketika tersangka itu memiliki peran sebagai supervisor hingga kasir. Usut demi usut mereka mencari pelanggan dengan cara menghubungi langsung para pelangganya menggunakan hp.

“Modus operandi supervisor ini memiliki beberapa nomor telepon pelanggannya dan dengan cara menghubungi pelanggan ini mereka menyampaikan bahwa tempat itu masih beroperasi. Caranya yaitu mengirim pesan pendek dan disertai foto para terapis yang ada di situ sehingga para pelanggan ini datang ke tempat itu,” kata Aries.

Tarif dari jasa di tempat pijat ini mulai dari Rp160 ribu perjam. Harga itu hanya sebatas untuk pijat saja.

“Apabila melakukan kegiatan lainnya sampai terjadi perbuatan cabul itu harus pelanggan membayar Rp300 ribu,” kata Aries.

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 296 KUHP junto Pasal 506. Para tersangka terancam hukuman di atas satu tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait