FOKUS

Polisi Sebut Perusahaan Pinjol di Jakut Lakukan Penyamaran Jadi Perusahaan Ekspedisi

JAKARTA (tandaseru.id) – Polisi menduga perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal bernama PT ANT Information Consulting di kawasan Komplek Ruko Bukit Gading Indah, Jakarta Utara sudah mengetahui jika polisi akan melakukan penggerebekan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis menyebut karena saat penggerebekan sudah tidak ada karyawan di perusahaan tersebut lantaran tengah melaksanakan Work From Home (WFH).

“Saya bertanya ke supervisor kapan mereka melangsungkan WFH katanya hari ini. Jadi menurut saya karena kemarin kita melakukan penggerebekan di beberapa tempat makanya mereka memutuskan untuk WFH,” kata Aulia di lokasi, Senin (18/10).

Selain itu, Aulia menyebut pihaknya menemukan adanya percakapan antar karyawan yang menyuruh untuk menyamarkan perusahaan pinjol ini menjadi perusahaan ekspedisi.

“Tadi juga kita sempat melihat ada WhatsApp dari salah satu rekannya mengatakan bahwa tidak apa-apa nanti akan kita koordinasi sampaikan saja bahwa kita ini adalah perusahaan ekspedisi seperti itu,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Aulia, pihaknya masih memburu pemilik perusahaan yang menaungi empat aplikasi pinjol ilegal.

“Mereka-mereka (karyawan) kalau mereka tidak kooperatif tidak datang ya berarti kita akan ambil (tangkap) khususnya mereka yang menjadi kolektor atau bagian penagihan mungkin,” terangnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya kembali menggerebek perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal bernama PT ANT Information Consulting di kawasan Komplek Ruko Bukit Gading Indah, Jakarta Utara pada Senin (18/10).

Aulia menyebut pihaknya mengamankan empat orang dari perusahaan ini. Mereka bekerja sebagai Supervisor Telemarketing, debt collector, bagian umum dan collecting.

“Di bawah perusahaan ini ada 4 aplikasi yang mereka jalankan dan semuanya adalah ilegal kalau kita lihat pada malam hari ini kondisinya agak sepi karena memang mereka sudah mulai memberlakukan bekerja di rumah,” jelasnya.

Aulia menerangkan para penagih perusahaan pinjol ini kerap melakukan pengancaman hingga mengirimkan konten pornografi kepada para nasabahnya.

“Dari kita mendapatkan data nasabah mereka ini kurang lebih ada 8000 orang. Nanti akan kita dalami lagi dari mananya,,” jelasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com