FOKUS

Polisi Tangkap Satu Pelaku Penipuan Jual Beli Tanah dan Villa di Bali Terhadap Putri Arab

JAKARTA (tandaseru) – Satu pelaku kasus penipuan jual beli tanah dan villa di Bali terhadap Putri Kerajaan Arab Saudi, Lolowah Binti Mohammde bin Abdullah Al Saud berinisial AE berhasil ditangkap pihak kepolisian. Sedangkan tersangka lainnya yang berinisial EM masih dalam pencarian.

“Tersangka AE sudah ditangkap dan resmi dilakukan penahanan hari ini,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di PTIK, Rabu (29/1).

Asep menuturkan peran kedua tersangka dalam kasus itu yakni merupakan pihak yang langsung berhubungan dengan korban terkait pembelian tanah dan pembangunan vila.

“Peran-perannya langsung menjadi orang yang berhubungan dengan pihak korban, termasuk dia berhubungan dengan yang menjadi fasilitator,” ujarnya.

Selain meringkus AE, polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti yang digunakan sebagai alat untuk melakukan penipuan dan hasil dari aksi penipuan tersebut.

Barang bukti yang disita antara lain satu mobil Jaguar, satu mobil Alphard, tujuh bidang tanah, serta sejumlah dokumen. Selain itu, polisi juga melakukan pemblokiran rekening tersangka.

Dalam kasus penipuan ini, kata Asep, kepolisian juga telah memeriksa 24 saksi. Yakni pihak pelapor, pemilik dan penyewa tanah, kontraktor, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga apatur desa.

Putri Kerajaan Arab Saudi, Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud, menjadi korban penipuan kasus jual beli tanah dan pembangunan vila di Bali dengan kerugian mencapai US$36 juta atau Rp512 miliar.

Kasus penipuan yang dilaporkan oleh kuasa hukum korban pada Mei 2019 itu diduga dilakukan oleh dua orang warga negara Indonesia.

“Kerugian ditaksir Rp512 miliar atau setengah triliun [rupiah] lebih,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo dalam keterangannya, Selasa (28/1).

Ia menjelaskan dugaan penipuan itu bermula saat Lolowah mengirimkan uang sebesar Rp512 miliar selama kurun waktu April 2011 hingga September 2018.

Uang tersebut merupakan uang untuk pembelian tanah serta pembangunan Resort Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Namun, pembangunan tersebut belum selesai hingga tahun 2018.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait